Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Infografis 'Konsorsium 303 Kelompok Medan' Beredar, Ombudsman Sumut: Polri Sebaiknya Lakukan Klarifikasi

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 23:11
kali dibaca
Ket Foto : Infografis 303 Kelompok Medan dan Jakarta yang beredar di media sosial.

Mediaapakabar.com
Setelah infografis ‘Kaisar Sambo dan Konsorsium 303’ beredar. Kini muncul lagi infografis baru yang disebut '303 kelompok Medan'.

Pada infografis ini, nama Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ditempatkan pada puncak pimpinan membawahi 303 Kelompok Medan dan Kelompok Jakarta. 


Beberapa nama pejabat Polri juga disebutkan dalam infografis tersebut seperti Brigjen Andi Rian Djajadi yang kini menjabat Dirtipidum Bareskrim (Eks Direskrimum Polda Sumut), Kombes Tatan Dirsan Atmaja yang kini menjabat Dirkrimum Polda Sumut.


Kemudian, Kombes Rony Samtana yang kini menjabat Kasubdit II Tipiter Bareskrim (Eks Direskrimsus Polda Sumut) dan Kombes Pol Deddy Kusuma. 


Mereka disebut bagian dari 303 Kelompok Medan yang menerima aliran dana dari Apin BK dan Asiang untuk diteruskan ke Komjen Agus Andrianto.


Infografis ini beredar cepat pada sejumlah WA group hingga memunculkan berbagai tanggapan.


Menanggapi itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar bahkan berharap infografis ini juga segera diklarifikasi oleh pihak Mabes Polri. 


Hal ini berkaitan dengan marwah institusi penegak hukum tersebut yang kini sedang terguncang akibat dipicu pembunuhan Brigadir Yosua alias Brigadir J.


“Polri tidak bisa membiarkan informasi yang mendiskreditkan wibawa Polri ini beredar secara luas. Karena itu, Polri harus segera melakukan langkah cepat, seperti memberikan klarifikasi kepada masyarakat secara luas,” katanya, Sabtu (20/8/2022).


Abyadi menambahkan, saat ini Polri sedang menghadapi masalah yang sangat berat. Pengusutan kasus terbunuhnya Brigadir J masih belum selesai, namun sekarang muncul masalah baru yakni adanya dugaan keterlibatan sejumlah petinggi Polri dalam kegiatan perjudian.


“Bila informasi yang digambarkan dalam infografis itu tidak benar, maka Polri harus mengejar pelaku yang membuat dan menyebarkan infografis tersebut. Bila tidak melakukan klarifikasi, maka masyarakat Indonesia akan percaya dengan isi yang digambarkan dalam infografis tersebut,” ujarnya.


Ia menambahkan, jika hal yang digambarkan pada infografis tersebut benar, maka hal ini menurut Abyadi akan sangat melukai hati masyarakat terhadap kinerja Polri.  


Meskipun hal tersebut patut diduga menjadi aksi yang dilakukan oleh oknum, namun karena mereka ada pada lingkungan pejabat Polri, maka tentu institusi Polri yang akan dengan mudah terseret.


“Bila infografis ini benar, maka akan semakin dalamlah rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada oknum-oknum di institusi lembaga negara penegak hukum itu,” pungkasnya. 


Terpisah, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto yang pernah menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara, ketika dikonfirmasi mediaapakabar.com terkait dengan beredarnya infografis Konsorsium itu belum menjawab meski tanda pesan telah dibaca.


Hal yang sama juga dilakukan konfirmasi kepada Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja terkait beredarnya infografis itu. Namun, konfirmasi itu juga belum direspons oleh Direskrimum Polda Sumut tersebut hingga berita ini dimuat. (MC/RED)

Share:
Komentar

Berita Terkini