Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Dwi Ngai Sinaga Sebut Penetapan Istri Sambo Jadi Tersangka Sudah Tepat

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 21 Agustus 2022 - 00:13
kali dibaca
Ket Foto : Pengamat Hukum, Dwi Ngai Sinaga, SH MH.

Mediaapakabar.com
Penetapan Putri Candrawathi sebagai salah satu tersangka dalam peristiwa kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J dinilai sudah tepat.

Hal tersebut disampaikan pengamat hukum, Dwi Ngai Sinaga, SH MH dengan penetapan tersebut sangat jelas istri Ferdy Sambo mengetahui peristiwa yang terjadi atau melakukan pembiaran terhadap adanya tindakan pidana.


"Kita patut memberikan apresiasi kepada Kapolri dengan sangat hati-hati secara bertahap mampu membuka tabir misteri kematian Brigadir J, termasuk penetapan istri Ferdy Sambo sebagai tersangka. Bagaimanapun keputusan sudah tepat karena berada di lokasi atau tempat kejadian perkara, tapi melakukan pembiaran," kata Dwi kepada wartawan, Sabtu (20/8/2022).


Ia mengatakan jika seseorang mengetahui adanya tindakan pidana, tapi tidak melaporkan peristiwa yang terjadi maka dapat dikenakan ancaman pidana.


Disinggung pasal yang dikenakan dalam hal ini pasal pembunuhan berencana, kata Dwi keputusan yang diambil sudah sangat tepat.


"Pasal 340 subsider 338 juncto 55 juncto 56 KUHP dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang ditetapkan Polri untuk menjerat Putri sudah tepat. Karena isi pasal itu sudah jelas, dengan unsur sengaja menghilangkan nyawa orang lain berarti perbuatan tersebut dilakukan dengan sengaja dan kesengajaan tersebut perlu timbul pada saat itu juga. Dan selama ini publik sudah menilai banyak dugaan kebohongan dilakukan yang akhirnya terbantahkan oleh polisi," ungkapnya.


Dwi sendiri menilai bahwa kasus tersebut belum seluruhnya tuntas termasuk apa yang telah diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo.


"Perlu saya sampaikan kasus ini belum seutuhnya menjalankan amanat dari Presiden untuk terbuka dan buka apa adanya.Karena rangkaian peristiwa ini masih ada yang terputus.Dan jangan sampai dilupakan," kata Dwi.


Ia mengatakan dibalik kasus kematian Brigadir J harus dilakukan pengusutan terhadap tim forensik awal.


"Kuasa hukum almarhum Brigadir J jangan terlarut dalam euforia penetapan tersangka. Seperti pernyataan saya sebelumnya dibalik kematian Brigadir J di awal kasus ini bergulir sudah ada dilakukan penanganan jenazah oleh tim forensik. Tapi, ini tidak memuaskan keluarga almarhum termasuk hasil otopsinya pun diragukan sampai akhirnya dilakukan autopsi yang kedua atau ekshumasi," papar Dwi.


Atas dasar itulah, kata Dwi pihaknya mempertanyakan sikap Polri. "Dalam hal ini Polri atau Tim Khusus jangan hanya mampu bertindak kepada anggota Polri yang membantu saudara Ferdy Sambo.Bagaimana pengusutan terhadap tim forensik yang awal menangani kematian almarhum Brigadir J, " ucap Dwi.


Ia mengatakan jika hal tersebut tidak dilakukan akan menjadi pertaruhan kredibilitas tim dokter forensik Indonesia.


"Kasus kematian Brigadir J ini bukan lagi menjadi perbincangan di negara ini.Tapi, juga dunia karena media asing sudah melansirnya jadi jangan hanya mengembalikan citra Polri , tapi citra dari tim dokter forensik sendiri. Segera dilakukan penyusutan termasuk perlunya sikap tegas dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI)," kata Dwi seraya berharap setelah seluruh rangkaian tersebut selesai agar para tersangka dipaparkan kepada publik sebagaimana lazimnya para pelaku kriminalitas. (MC/RED)

Share:
Komentar

Berita Terkini