Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Dilantik Jadi Sekdaprovsu, SMSI Sumut Optimis Arief Sudarto Mampu Perkuat Gaya Komunikasi Gubsu

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 21 Agustus 2022 - 14:31
kali dibaca
Ket Foto : Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara (Sumut) optimis pengalaman birokrasi Sekdaprovsu yang baru, Arief Sudarto Trinugroho, mampu memperkuat gaya komunikasi Gubsu Edy Rahmayadi yang bercirikan terbuka, tegas, dadakan dan apa adanya.

Mediaapakabar.com
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara (Sumut) optimis pengalaman birokrasi Sekdaprovsu yang baru, Arief Sudarto Trinugroho, mampu memperkuat gaya komunikasi Gubsu Edy Rahmayadi yang bercirikan terbuka, tegas, dadakan dan apa adanya.

“Ya, kita yakin dan tentunya Pak Arief harus mampu mengejawantahkan sikap maupun gaya komunikasi Pak Gub Edy, agar diseminasi informasi Pemprovsu kepada publik tetap lancar dan lebih berkualitas,” ujar Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung di Medan, Minggu (21/8/2022).


Didampingi Wakil Ketua Agus S Lubis dan Sekretaris Erris J Napitupulu mereka menyatakan selaku wadah berhimpun pemilik dan pengelola media massa siber Konstituen Dewan Pers, berkepentingan diseminasi informasi Gubsu yang dinamis dan responsif selama ini, akan lebih baik dengan kehadiran Sekdaprovsu definitif.


“Pengalaman mencatat posisi sentral Sekdaprovsu hingga Pj Pak Afifi Lubis selama ini terbukti memiliki peran strategis bagi lancarnya diseminasi informasi Gubsu dan Wagub kepada publik,” ujar Zulfikar yang sudah menjalankan tugas jurnalistik bersama 7 Gubernur di Pemprovsu.


Khusus dalam kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi, Zulfikar yang juga anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sumut, mengakui hingga saat ini belum semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mampu mengejawantahkan, atau paling tidak menyelaraskan sikap mereka dengan gaya komunikasi Gubsu Edy.


“Buktinya masih banyak pimpinan OPD yang kurang terbuka dengan pers, bahkan cenderung menghindar. Kami punya catatan masih banyak OPD yang sampai dua per tiga tahun anggaran ini sekalipun belum pernah secara resmi menggelar konferensi pers tentang kinerja OPD-nya,” ujar Zulfikar.


Kondisi realistis ini, lanjutnya sangat bertolak belakang dengan sikap maupun gaya komunikasi Gubsu Edy Rahmayadi yang bisa dikatakan tiada hari tanpa berinteraksi dengan pers. Bagi wartawan saat ini, jauh lebih gampang dan mudah bertemu dengan Gubsu dibanding beberapa pimpinan OPD.


“Bagi wartawan, berinteraksi dengan Gubsu bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja mulai dari selesai waktu Shalat Subuh di Masjid Gubsu hingga malam sekalipun sepanjang beliau masih beraktivitas,” ujar Zulfikar seraya mengemukakan bagi media kini tiada hari tanpa berita Gubsu Edy Rahmayadi.


Bukan sekedar bertemu, lanjutnya apa saja pun pertanyaan wartawan tetap dijawab oleh Gubsu dengan apa adanya dan bahasa yang tegas. Bahkan terkadang terhadap sesuatu masalah yang informasinya belum sampai lengkap kepadanya, semua dijawab Gubsu dan bersikap dadakan, yakni tanpa ada setting atau persiapan.


“Inilah realita dan gaya komunikasi Gubsu Edy yang belum secara utuh sejajar dengan sikap maupun komitmen anak buahnya. Ditengarai akibat masih adanya kesenjangan itu tidak jarang terjadi bias informasi sehingga menyimpang dari makna,” ujar Zulfikar.


Di sini lah lanjut Zulfikar peran sentral Sekdaprovsu selaku pemegang otoritas kebijakan internal Pemprovsu dengan kemudi Dinas Kominfo harus mengendalikan diseminasi informasi tersebut agar tetap utuh dan sesuai makna.


Dikemukakan dengan pengalaman birokrasi Sekdaprovsu definitif yang baru Arief Sudarto Trinugroho pihaknya optimis mampu mengejawantahkan kebijakan diseminasi informasi Gubsu Edy, sehingga diseminasi informasi Pemprovsu secara umum semakin berkualitas dan bermartabat, yang muaranya membangkitkan kepercayaan dan partisipasi publik.


Optimisme dimaksud terutama mengingat perjalanan karier Sekdaprovsu Arief Sudarto Trinugroho benar-benar dimulai dari bawah. Beliau memulai pengabdian sebagai pegawai biasa di Pemko Medan.


Kemudian dengan kemampuan sendiri tanpa beking-bekingan atau tanpa dikontrol dengan berbagai dalih KKN, meniti karier di berbagai jenjang dan tingkatan hingga menduduki jabatan karier tertinggi eselon 1 di pemerintahan Sumut.


Sementara, Sekretaris SMSI Sumut Erris J Napitupulu menambahkan SMSI Sumut berkontribusi proporsional dan profesional dalam membantu diseminasi informasi tersebut.


"Hal itu sesuai koridor dan hakikat informasi dimaksud demi kepentingan keterbukaan informasi publik di Sumut," pungkasnya. (MC/REL)

Share:
Komentar

Berita Terkini