Deretan Harga yang Bikin Inflasi Juli Cetak Rekor Tertinggi

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 01 Agustus 2022 - 14:38
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. 

Mediaapakabar.com
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juli 2022 menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2015. Inflasi Juli secara tahun ke tahun (year on year/yoy) sebesar 4,94% atau 3,85% untuk tahun kalender (year to date).

Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers menjelaskan, rekor inflasi Juli disebabkan oleh naiknya sejumlah harga barang. Untuk bulan Juli, penyebab utamanya adalah naiknya harga cabai merah, tarif angkutan udara, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, hingga cabai rawit.


"Ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Oktober 2015 di mana Pada saat itu terjadi inflasi sebesar 6,25% secara year on year," katanya di Jakarta, Senin (1/8/2022).


Indeks harga konsumen (IHK) di 90 kota seluruhnya tercatat mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Kendari yaitu sebesar 2,27%. Pendorongnya adalah harga tiket pesawat hingga naiknya harga ikan.


"Tarif angkutan udara ini memberikan andil inflasi di kota Kendari sebesar 0,75%, kemudian diikuti ikan layang atau ikan benggol yang memberikan andil inflasi sebesar 0,19%, dan yang terakhir bawang merah dengan andil sebesar 0,15%" katanya.


Adapun dilihat dari komponennya, inflasi Juli mayoritas dibentuk oleh komponen harga bergejolak yang memberikan andil 0,25%. Komoditas penyebab utamanya berasal dari cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit.


Kemudian disusul komponen harga yang diatur pemerintah yang memberikan andil 0,21%. Komponen ini terdiri dari naiknya tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, dan tarif listrik.


"Kenaikan tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 3500 va dan pelanggan pemerintah mulai 1 Juli 2022 itu menyebabkan andil inflasi tarif listrik sebesar 0,01%. Jadi kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik khususnya untuk 3500 va memberikan andil inflasi sebesar 0,01%" jelas Margo Yuwono.


Komponen selanjutnya yang memberikan andil inflasi berasal dari komponen inti, di mana memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,18%. Komoditas pendorongnya adalah ikan segar, mobil, dan sewa rumah. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini