Bahaya Baru Mengancam Ekonomi AS!

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 20:36
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi resesi ekonomi.

Mediaapakabar.com
Secara historis tidak ada data yang menunjukkan bahwa ekonomi yang sedang resesi bisa menciptakan 528 ribu lapangan pekerjaan dalam sebulan. Hal ini terjadi di Amerika Serikat (AS), dimana terjadi peningkatan lapangan pekerjaan sebesar 528 ribu.

Berkat hal itu AS mencatatkan jumlah pengangguran terendahnya sejak 1969, yaitu sebesar 3,5%. Namun kondisi ini bukan berarti jika AS sudah terhindar dari ancaman resesi.


Mengutip CNBC, Sabtu (6/8/2022), menjadi ironi ketahanan pasar tenaga kerja dapat menimbulkan bahaya jangka panjang bagi perekonomian. The Federal Reserve (Bank Sentral AS) sedang mencoba mengurangi tekanan akibat kondisi ini, seperti kenaikan upah yang cepat demi mengendalikan inflasi tertingginya sejak 40 tahun.


"Faktanya adalah kondisi ini memberi Fed ruang tambahan untuk terus melakukan pengetatan, meskipun itu meningkatkan kemungkinan mendorong ekonomi ke dalam resesi," kata Jim Baird, kepala investasi di Plante Moran Financial Advisors.


Menurut data CME Group, pada Jumat sore (5/8), pasar menetapkan sekitar 69% peluang bank sentral memberlakukan kenaikan suku bunga 0,75 poin.


Jadi, sementara Presiden Joe Biden merayakan peningkatan jumlah pekerja di AS, data yang tidak menyenangkan mungkin terjadi minggu depan. Indeks harga konsumen, persentase inflasi akan keluar pada hari Rabu. 


Diperkirakan akan menunjukkan tekanan kenaikan yang berkelanjutan, meskipun harga bensin di AS telah melandai.


Hal tersebut akan mempersulit tindakan penyeimbangan bank sentral dalam menggunakan kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi tanpa membawa ekonomi ke dalam resesi.


Seperti yang dikatakan Rick Rieder, kepala investasi pendapatan tetap global di raksasa manajemen aset BlackRock, tantangannya adalah menjalankan pendaratan halus ketika ekonomi sedang panas, dan mendarat di landasan yang belum pernah digunakan sebelumnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini