Anggota DPRD Medan Minta Polisi Terbitkan DPO Bandar Judi

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:18
kali dibaca
Ket Foto : Ketua Komisi I DPRD Kota Medan Robi Barus. 

Mediaapakabar.com
Keseriusan aparat penegak hukum memberantas praktek judi masih belum membuahkan hasil. Pasalnya, lokasi judi yang digerebek polisi dalam keadaan kosong alias tak ada orang.

Diduga, operasi penggerebekan telah bocor, sehingga pelaku judi lebih dulu melarikan diri. Pada minggu pertama Agustus 2022 ini saja, polisi telah menggerebek setidaknya 3 lokasi perjudian di Sumut.


Dua hari lalu, lokasi perjudian di Labuhan Deli, dan dekat Bandara Kualanamu digerebek aparat kepolisi. Keduanya terletak di Kabupaten Deli Serdang.


Di dua lokasi ini, polisi tidak menemukan satu tersangka pun. Yang masih hangat, Minggu (9/8/2022), polisi kembali melakukan penggerebekan lokasi judi dengan omzet ratusan juta perhari.


Lokasi judi tersebut terletak di perumahan elit, Komplek Cemara Asri. Lagi-lagi, terletak di Kabupaten Deli Serdang.


Bahkan, operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.


Lagi-lagi, polisi hanya mendapati ruangan yang kosong dan tak berpenghuni di lokasi judi yang berkedok warung makan itu.


Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan puluhan komputer dan laptop yang diduga untuk melakukan transaksi judi online.


"Ada komputer dan laptop yang diamankan di lokasi," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Selasa (9/8/2022) siang.


Kerap tak membuahkan hasil, bandar judi diduga bebas leluasa melakukan kegiatannya.


Untuk itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus meminta aparat kepolisian segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) bandar judi di Kota Medan dan Belawan.


"Selama ini kita hanya melihat lokasi judi digerebek dan yang diamankan pemain bersama barang bukti mesin judi," tegas Robi. 


Robi mengatakan, aktivitas perjudian di Kota Medan masih sering beroperasi, karena pelakunya tak kunjung tertangkap.


"Kita ingin pengelola juga ditangkap, kalau perlu terbitkan DPO para bandarnya," lanjutnya.


Hal ini, kata Robi, untuk memberi peringatan keras terhadap bandar judi supaya mereka tak lagi beroperasi di Kota Medan.


Dia menyatakan bahwa maraknya praktek perjudian membuat wajah Kota Medan di mata nasional terkesan buruk.


"Kita tak ingin Kota Medan justru dikenal sebagai kota judi. Kepolisian harus memberantas aktivitas judi," pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini