Presiden Sri Lanka Rajapaksa Kabur Usai di Demo, Keberadaannya Belum Diketahui!

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:42
kali dibaca
Ket Foto : Keberadaan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa masih belum diketahui, beberapa media berspekulasi dia berencana kabur ke luar negeri. (Lakruwan WANNIARACHCHI / AFP)

Mediaapakabar.com
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa kabur setelah ribuan massa mengepung rumahnya pada Sabtu (9/7/2022) lalu.

Pasukan keamanan berupaya mengusir massa dari rumah pemimpin Sri Lanka tersebut, tetapi tak berhasil.


Hingga kini, keberadaan Rajapaksa belum diketahui. Juru bicara pemerintah Sri Lanka, Mohan Samaranayake, mengaku tak memiliki informasi mengenai keberadaan sang presiden yang terus dituntut rakyat untuk mundur itu, dikutip dari CBS News.


Namun, menurut seorang sumber pertahanan, Rajapaksa bersama salah satu saudaranya, Basil Rajapaksa, segera mengungsi ke pangkalan angkatan laut di wilayah timur laut Sri Lanka saat massa menyerbu rumah presiden. 


Pemimpin berusia 73 tahun kemudian dilaporkan dibawa ke pangkalan udara Katunayake yang bersebelahan dengan bandara internasional utama negara itu.


"Dia dan rombongannya diterbangkan kembali ke Kolombo dengan dua helikopter Bell 412," tambah pejabat itu dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa, 12 Juli 2022.


Meski demikian, tidak ada informasi resmi mengenai keberadaan Rajapaksa, dikutip dari AFP. Beberapa laporan media lokal berspekulasi Rajapaksa akan berangkat ke Dubai Senin malam.


Tetapi empat penerbangan komersial kemudian lepas landas ke tujuan Timur Tengah tanpa dia, kata pejabat bandara.


Pejabat keamanan menyampaikan Rajapaksa tak ada di rumahnya saat massa menyerbu. Sejumlah pejabat juga mengklaim Rajapaksa telah dipindahkan ke tempat aman sebelum serangan berlangsung.


Serbuan massa ke rumah Rajapaksa membuat pemimpin Sri Lanka itu setuju untuk mengundurkan diri.


Sebagaimana diberitakan, kerumunan massa menyerbu rumah Rajapaksa dan mendesak pria itu mundur dari jabatannya.


Pada Minggu (10/7/2022), rumah kepresidenan Sri Lanka bebas dimasuki siapapun. Beberapa demonstran tampak bermain di piano, mengagumi karya seni mahal, berpiknik dan bergantian duduk di kursi kepresidenan.


"Saat pemimpin hidup di kemewahan seperti ini, mereka tidak tahu bagaimana hidup masyarakat awam," kata biksu Sri Sumeda kepada AFP.


"Ini menunjukkan apa yang bisa dilakukan saat masyarakat memutuskan menguji keamanan mereka," lanjut Sumeda. (AFP/CNNI)

Share:
Komentar

Berita Terkini