Polisi Temukan 1 Hektare Ladang Ganja di Gayo Lues, Pemilik Lahan Diamankan

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 16 Juli 2022 - 14:50
kali dibaca
Ket Foto : Polisi menemukan satu hektar ladang ganja di Pegunungan Simpang Kiri, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Mediaapakabar.com
Polisi menemukan satu hektar ladang ganja di Pegunungan Simpang Kiri, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Penemuan ladang ganja itu bermula dari adanya informasi yang diterima Personel Polsek Terangun bahwa di Kampung Makmur Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten  Gayo Lues ada seseorang yang diduga melakukan jual beli daun ganja kering.


Berdasarkan informasi tersebut, Kapolres Gayo Lues AKBP Efrianza melalui Kapolsek Terangun Ipda Darwandi memerintahkan Personel Polsek Terangun melakukan penyelidikan.


"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar, dan petugas bergerak menuju ke rumah tersangka A (23) warga Desa Makmur Jaya Kecamatan Terangun yang diduga melakukan transaksi ganja dan petugas melakukan penggeledahan rumah tersangka," kata Kapolres AKBP Efrianza.


Dari penggeledahan tersebut, kata Kapolres, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa daun ganja kering seberat 1 gram dan beberapa butir biji ganja di saku celana dan tas ranselnya. 


"Mendapatkan barang bukti tersebut, petugas selanjutnya melakukan pengembangan, dari keterangan tersangka mengakui masih ada menyimpan ganja di kebun sebanyak 8 goni besar seberat 160 kilogram," sebutnya sembari mengatakan tersangka merupakan seorang petani ganja bersama 3 orang lain (DPO). 


Lanjut dikatakan Kapolres, petugas dengan dibantu masyarakat sekitar pada hari Jum'at tanggal 15 Juli 2022 sekira pukul 08.00 WIB bergerak dari Polsek Terangun menuju Pegunungan Simpang Kiri, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues.


"Dimana menurut informasi dari TSK disanalah tempat mereka menanam dan menyimpan barang tersebut," sebut Kapolres.


Setelah berjalan selama kurang lebih 4 jam, tim tiba di lokasi ladang yang menjadi tempat mereka menanam dan menyimpan Narkotika jenis ganja tersebut. 


Di lokasi ladang seluas 1 hektar tersebut, petugas menemukan barang bukti yang diduga ganja sebanyak 8 karung goni besar barang yang diduga berisikan ganja seberat 160 kilogram.


"Barang yang diduga ganja yang masih dijemur seberat 40 kilogram, selain itu barang yang diduga ganja yang masih tumbuh di lokasi tersebut dengan berbeda tingkatan umur sebanyak kurang lebih 1.500 batang," katanya.


Selanjutnya, sebut Kapolres, tim bersama masyarakat langsung mencabut barang bukti tersebut dan memusnahkan nya dengan cara dibakar. 


"Kepada seluruh masyarakat bahwa terlepas dari segala polemik yang ada tentang legalisasi ganja, saat ini ganja merupakan Narkotika golongan I menurut UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, karenanya ganja dan segala bentuk turunannya dilarang di Indonesia dan ada konsekuensi hukum terhadap penyalahgunaannya," tegas Kapolres.


Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi menanam dan atau bahkan menjual ganja. "Karena kami pastikan akan menindak tegas perbuatan tersebut," pungkasnya. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini