Pengedar Sabu 500 Gram Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU Kejati Sumut

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 05 Juli 2022 - 21:02
kali dibaca
Ket Foto : Majelis hakim yang diketuai Yusafrihardi Girsang saat membacakan putusan di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Mediaapakabar.com
Chairul Amin (37) terdakwa pengedar sabu seberat 500 gram, dihukum lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) Artha Sihombing. Warga Jalan Veteran Pasar VI, Deliserdang ini, divonis 14 tahun penjara oleh hakim Yusafrihardi Girsang. 

Dalam amar putusannya, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 


"Menjatuhkan terdakwa Chairul Amin oleh karenanya dengan pidana penjara 14 tahun, denda Rp1 miliar, subsider 4 bulan penjara," ujar hakim dalam sidang online di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (5/7/2022). 


Menurut hakim, hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. "Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan," katanya. 


Atas putusan tersebut, hakim memberikan waktu 7 hari kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan banding. "Hal yang sama juga berlaku bagi penuntut umum," pungkas hakim. 


Vonis hakim lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Arta Rohani Sihombing, yang semula terdakwa dituntut 13 tahun, denda Rp1 miliar, subsider 3 bulan penjara. 


Diketahui, pada 29 Maret 2022, tiga petugas dari Ditres Narkoba Polda Sumut, mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di daerah Jalan Veteran Pasar VI Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang sering terjadi peredaran gelap narkotika. 


Atas informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan atas kebenaran informasi tersebut dengan melakukan pembelian terselubung (undercover buy). Kemudian, petugas menghubungi Rudi dan memesan sabu sebanyak 500 gram, dengan harga yang disepakati sebesar Rp180 juta. 


Sekira pukul 16.00 Wib, petugas menunggu di pinggir jalan di depan sebuah gereja. Setelah menunggu beberapa saat, sekira pukul 16.45 Wib seorang yang mengaku bernama Rudi datang menemui petugas yang menyamar. 


Sekira pukul 18.00 Wib, terdakwa Chairul Amin datang dengan membawa satu bungkusan plastik warna putih menemui petugas yang menyamar. Setelah menerima paket pesanan, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap terdakwa berikut barang bukti. 


Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan terhadap Rudi, namun diketahui telah melarikan diri. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini