Meski Mengapresiasi Gercep Pembangunan Bobby-Aulia, Fraksi Nasdem DPRD Medan Kritisi Besarnya SILPA 2021

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 02 Juli 2022 - 19:27
kali dibaca
Ket Foto : Afif Abdillah dan Antonius Tumanggor.

Mediaapakabar.com
Fraksi Nasdem DPRD Medan mengapresiasi gerak cepat (Gercep) program pembangunan Kota Medan lewat duet kepemimpinan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Namun besarnya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,14 triliun menjadi sorotan dan sangat disayangkan fraksi ini.

“Tingginya SILPA sudah disoroti Nasdem pada pemandangan umum tentang Pertanggungjawaban Penggunaan APBD tahun 2021. Seharusnya, besarnya anggaran Kota Medan bisa dinikmati masyarakat, menunjang perekonomian sehingga PAD naik,” kata Ketua Fraksi Nasdem Afif Abdillah kepada wartawan, Jumat (1/7/2022) ketika ditanya perkembangan pembangunan di usia Kota Medan ke 432 tahun.


Putra mantan Wali Kota Medan Abdillah ini berharap, SILPA yang besar jangan terjadi lagi pada penggunaan APBD tahun 2022. Dia melihat, rendahnya serapan anggaran sehingga memicu tingginya SILPA bukan karena ketakutan OPD dalam menggunakan anggaran.


“Aturan-aturan dalam penggunaan anggaran tersebut harus digulirkan, makanya kementerian terkait harus ditanya bagaimana cara menjalankan anggaran seperti ini. Misalnya dana hibah untuk UMKM, dinas terkait bilang anggarannya tidak boleh langsung digunakan, pada kementerian memperbolehkan, hal-hal seperti ini harus diluruskan,” kata Afif didampingi Wakil Ketua Fraksi Antonius Devolis Tumanggor.


Menurut Afif, Nasdem menginginkan, kalau ada bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM terutama yang terdampak Covid. Kalau dulu BLT tersebut disalurkan agar UMKM bisa bertahan, tapi sekarang kuburannya untuk bagaimana mereka bisa bangkit kembali.


“Kalau untuk bertahan, bagaimana mereka mempertahankan apa yang sudah ada, tapi sekarang bagaimana roda ekonomi itu bisa berputar kembali. Maka kita perlu stimulan-stimulan bagaimana UMKM yang jadi tonggak utama ekonomi Kota Medan seharusnya bisa kita kondisikan. Nasdem ingin ada tambahan anggaran untuk 40 ribu UMKM yang di Medan, 30 persen saja dibantu, itu sudah sangat baik," terangnya.


Untuk itu, Afif menyarankan agar anggaran itu dijalankan semaksimal mungkin agar SILPA tidak begitu besar seperti tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,14 triliun. Nasdem berharap, di P-APBD nanti pemko masih fokus terhadap pemulihan ekonomi di luar infrastruktur. Infrastruktur adalah penunjang ekonomi paling efektif, ini harus berjalan bersamaan.


“Semakin tinggi ekonomi, semakin tinggi juga PAD kita dan semakin banyak lapangan pekerjaan, semakin mudah masyarakat mencari uang,” tuturnya.


Sementara, Wakil Ketua Fraksi Nasdem Antonius Devolis Tumanggor mengapresiasi pembangunan Kota Medan lewat sentuhan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Terlebih di 2 tahun terakhir ini wali kota sudah menunjukkan keseriusan membangun.


Tahun ini pemko mengupayakan pemulihan ekonomi seperti sebelum pandemi. Diharapkan, pembangunan yang ada sekarang ini bisa memenuhi harapan masyarakat untuk mencapai ekonomi lebih baik.


Yang sangat diapresiasi Nasdem kata Antonius adalah, Bobby Nasution bisa membawa anggaran APBN dari Kementerian PUPR guna penanganan banjir di Kawasan Medan Utara.


Tahun ini adalah dasar awal Pemko Medan lebih serius lagi melakukan pembangunan, sehingga infrastruktur kawasan Utara dan daerah lain yang masih kurang dalam pembangunan. 


Terlebih banjir yang sudah berulang-ulang di Kota Medan, pemicunya adalah  drainase yang selama ini sangat semrawut dan perencanaannya tidak sesuai harapan.


“Ada lagi pembangunan kanal yang  tidak berfungsi dengan baik, kami melihat sudah ada perubahan pembangunan yang signifikan. Terlebih untuk penanganan banjir ROB Belawan, yang beberapa kali Wali Kota belum ada mampu mengatasinya, lewat Bobby Nasution tahun ini pembangunannya sudah akan dimulai,” kata Antonius. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini