Kunjungan Gubernur ke Perbatasan Sumut-Aceh, Terabas Jalur Sulit Temui Warga, Hingga Isoma di Tepi Sungai

Media Apa Kabar
Kamis, 21 Juli 2022 - 10:09
kali dibaca
Foto: Disela kunjungan kerja di Wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin beserta para istri, serta jajaran OPD terkait, menyempatkan diri untuk beristirahat, salat dan makan siang (Isoma) di tepi Sungai Ordi Desa Penanggalan Binangaboang, Kecamatan Salak.

Mediaapakabar.com -
Kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama rombongan ke Kabupaten Pakpak Bharat disambut meriah warga di beberapa titik, sepanjang perjalanan menempuh jalur cukup sulit dengan kondisi infrastruktur yang belum memadai.

Mengawali kunjungannya, Gubernur Edy Rahmayadi yang datang bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis dan jajaran OPD terkait, melakukan tanam perdana jagung di Desa Traju, Kecamatan Siempat Rube, Pakpak Bharat. Berlanjut ke pertemuan bersama kepala desa, camat dan para guru, menyampaikan pesan penting bagaimana menjadikan potensi alam di Pakpak Bharat, dapat menyejahterakan rakyat.

"Alam kita ini dapat dilihat begitu kaya. Tuhan menitipkan surga kepada kita. Kita yang harus mengelolanya dengan baik, supaya rakyat ini sejahtera, hidup kita makmur," ujar Gubernur pada kunjungannya di Pakpak Bharat, Rabu (20/7).

Usai bertemu dengan para kepala desa, camat serta kepala sekolah di Aula BPSDM Pakpak Bharat, Gubernur melanjutkan kegiatannya untuk menyusuri jalur sungai dan memutuskan untuk beristirahat, salat dan makan siang (Isoma) di tepi Sungai Ordi, kawasan Desa Penanggalan Binangaboang, Kecamatan Salak.

Di sana, Gubernur terlihat menikmati suasana asri tepian sungai sambil berbincang bersama Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan Wakil Bupati Mutsyuhito Solin beserta para istri. Berselang satu jam, rombongan pun mulai menyusuri jalur menuju Kecamatan Pagindar, dengan waktu tempuh sekira 2 jam 30 menit, melewati medan berkelok, curam dan terjal. Ditambah lagi kondisi jalan yang berbatu, membuat pergerakan kendaraan melambat.

Setibanya di Kecamatan Sipagindar, Gubernur bersama Bupati dan Wakil Bupati kemudian mengunjungi perkampungan, dimana masyarakatnya sebagian besar membudidayakan tumbuhan Serai, dan mengolahnya menjadi minyak untuk kesehatan.

Perjalanan ke perkampungan di Kecamatan Pagindar itu pun harus ditempuh dengan kendaraan khusus, karena jalur jalan yang ditempuh sangat ekstrim. Sekira setengah jam, Gubernur pun melihat kondisi perkampungan dan menyapa warga sekitar.

"Ini sangat tidak wajar memang (kondisi infrastruktur jalan). Kita akan pikirkan bagaimana caranya untuk membangun ini, supaya akses (mobilitas pertanian) masyarakat lebih mudah," sebut Gubernur.

Kedatangan Gubernur ke daerah yang berbatasan dengan Provinsi Aceh itu, pun menjadi momentum bagi Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama Wakil Bupati Mutsyuhito Solin menunjukkan bagaimana potensi alam (komoditi pertanian) di sana, perlu sentuhan pembangunan infrastruktur.

Sebab sebagian besar masyarakatnya, hidup dari hasil alam, seperti bertani padi, jagung, serai, budidaya ikan tawar, membuat gambir, berkebun hingga komoditi Durian yang banyak dipasok ke Kota Medan. "Kedatangan Pak Gubernur ini sebuah kehormatan sekaligus harapan bagi kami. Dengan keterbatasan yang ada, tentu kami mengharapkan uluran tangan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat bisa lebih baik," kata Bupati.

Sebagaimana disebutkan, bahwa ada 57 km jalan provinsi di Pakpak Bharat, dimana saat ini pembangunannya sudah mulai dikerjakan. Sehingga diharapkan jalur lintas kabupaten akan mudah dilalui sehingga akses mobilitas pertanian lebih cepat.

Usai kegiatan di Kecamatan Pagindar, Gubernur kemudian memutuskan untuk menempuh jalur lain menuju Sidikalang, Kabupaten Dairi untuk kegiatan hari berikutnya. Rute ini juga sangat ekstrim, karena jalur naik turun yang curam, ditambah bebatuan besar.

Tidak jarang sejumlah kendaraan roda empat yang melintas tanjakan, tidak sanggup melewati jalur tersebut karena medannya bergelombang. Namun meskipun sulit, rute ini lebih singkat untuk waktu tempuh menuju Kota Sidikalang, melalui Kota Subulussalam Provinsi Aceh (memutar).

Dari perjalanan menempuh jalur ekstrim tersebut, Gubernur pun meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, agar merancang program pengembangan pertanian yang tepat dan memberikan efek besar bagi kesejahteraan masyarakat. Hal itu seiring dengan program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di hampir seluruh kabupaten/kota. (MC/RED)

Share:
Komentar

Berita Terkini