Kuasai Istana Presiden Sri Lanka, Demonstran Masuk Kolam-Kamar Mewah

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 11 Juli 2022 - 01:38
kali dibaca
Ket Foto: Demonstran Berpesta di Rumah PM dan Presiden Sri Lanka. (detikcom)

Mediaapakabar.com
Para demonstran yang menuntut Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, mengundurkan diri berhasil menguasai Istana Kepresidenan Sri Lanka di Kolombo, Minggu (10/7/2022). 

Mereka meluapkan perasaan dengan mencebur ke kolam renang kepresidenan. Dikutip dari detikNews yang melansir AFP, Minggu (10/7/2022), para pengunjuk rasa itu juga tampak bersantai di kamar tidur presiden yang megah. Bahkan, salah satu demonstran mengeluarkan celana dalam yang diduga milik Rajapaksa.


Sementara itu, Rajapaksa dikabarkan telah melarikan diri menggunakan kapal laut di pelabuhan Kolombo saat istananya digeruduk demonstran.


"Untuk memastikan transisi damai, presiden mengatakan dia akan mundur pada 13 Juli," kata Ketua Parlemen Mahinda Abeywardana dalam pernyataan yang disiarkan televisi.


Selama menduduki istana, para demonstran juga menemukan uang tunai sebesar USD49,000 di ruangan Rajapaksa. Uang yang setara dengan 17,8 juta rupee atau sekitar Rp 733,8 juta itu diserahkan kepada polisi.


"Perjuangan kami belum berakhir. Ketika kami menerobos penghalang terakhir, kami tahu militer mungkin akan melepaskan tembakan. Kami mempertaruhkan hidup kami," kata Lahiru Weerasekara, pemimpin mahasiswa yang ikut demonstrasi.


Lahiru menekankan perjuangan mereka tak akan padam selama Rajapaksa belum mundur. "Kami tidak akan menyerah sampai dia benar-benar pergi," katanya.


Untuk diketahui, dalam beberapa bulan terakhir Sri Lanka menderita kekurangan makanan, bahan bakar, dan pemadaman listrik. Negara berpenduduk 22 juta jiwa ini juga mengalami inflasi tinggi setelah pemerintah kehabisan mata uang asing untuk mengimpor barang-barang vital.


Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengakui negaranya telah bangkrut. Dia menyebut Sri Lanka yang dulu makmur akan mengalami resesi yang dalam.


"Kita juga harus menghadapi kesulitan-kesulitan pada tahun 2023," ucap Wickremesinghe kepada parlemen Sri Lanka pada Selasa (5/7/2022) waktu setempat. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini