Kapolda Metro Jaya Buka Suara Atas Penolakan Sirkuit Formula E untuk Street Race

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 11 Juli 2022 - 01:12
kali dibaca
Ket Foto : Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran buka suara atas penolakan penyelenggaraan street race di Sirkuit Formula E , Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara. Padahal, adanya street race justru membuat untung.

Mediaapakabar.com
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran buka suara atas penolakan penyelenggaraan street race di Sirkuit Formula E , Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara. Padahal, adanya street race justru membuat untung.

Menurut Fadil, seharusnya Sirkuit Formula E bisa digunakan sebagai ajang streetrace secara rutin. Tidak hanya menyalurkan bakat para pembalap motor dan mobil liar saja, Sirkuit Formula E dapat menciptakan ekosistem balapan masyarakat kelas menengah ke bawah.


"Sirkuit Ancol itu, kalau menurut saya bukan soal balap-balapannya. Saya sebenarnya ingin mengembangkan ekosistem di situ," ujar Fadil di Polda Metro Jaya, dikutip dari Minggu (10/7/2022).


Dengan penyelenggaraan street race sebetulnya bisa menciptakan ekosistem balapan yang sesungguhnya. Mulai dari tersalurkannya bakat para pembalap liar, para mekanik, UMKM, pentas seni, hingga pengrajin.


"Jadi sebenarnya bagi Ancol kalau dia izinkan street race di Ancol dia sebenarnya bisa untung, tapi itu kalau dilihat secara ekosistem. Kalau yang berpikiran sempit, melihatnya hanya balapan itu tidak akan sampai ke sana barangkali," kata Fadil.


Ketua Panitia Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni menanggapi rencana Kapolda Metro Jaya yang hendak meminjam Sirkuit Formula E untuk street race. Dia mengapresiasi rencana tersebut karena memberikan kesempatan untuk ajang balap roda dua.


Namun, ada regulasi dari homologasi FIA yang menyebutkan bahwa Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara hanya digunakan untuk kendaraan roda empat. "Jadi kami tidak berlakukan roda dua untuk sirkuit tersebut," kata Sahroni, beberapa waktu lalu.


Jika untuk balap mobil, mungkin akan direalisasikan dan akan ada kegiatan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI). "Untuk roda dua kemungkinan kami tidak berikan fasilitasnya karena sudah ada penilaian dari FIA bahwa sirkuit itu hanya untuk kendaraan roda empat," ujarnya. (SC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini