Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Jaksa Menyapa: Pentingnya Mencintai Produk dalam Negeri dan Pencegahan Korupsi

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 05 Juli 2022 - 23:58
kali dibaca
Ket Foto : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar kegiatan Jaksa Menyapa di radio KISS 105 FM Medan, Senin (4/7/2022).

Mediaapakabar.com
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar kegiatan Jaksa Menyapa di radio KISS 105 FM Medan, Senin (4/7/2022).

Dalam kegiatan itu mengusung topik tentang "Pentingnya Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi".


Dengan dipandu host Galuh, Jaksa Menyapa Kejati Sumut menghadirkan pemateri Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan SH MH, Jaksa Fungsional Joice V Sinaga dan Hendri Edison SH MH.


Pada pemaparan pertama Joice V Sinaga menyampaikan program pemerintah bernama P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) yang merupakan program pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih mengenal produk dalam negeri dibandingkan produk impor (lebih mencintai produk dalam negeri).


"P3DN ini juga diupayakan untuk meningkatkan penyerapan produk industri dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, kemudian dengan adanya penyerapan produk industri dalam negeri maka sektor usaha di dalam negeri akan semakin maju dan tenaga kerja terserap. Mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penghematan visa, mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri melalui pengoptimalan program pemerintah," papar Joice.


Joice V Sinaga juga menyampaikan payung hukum dari program P3DN serta aturan-aturan lainnya yang bertujuan untuk mendorong masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri.


"Kita sebagai Warga Negara Indonesia harus bangga dengan produk dalam negeri. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang memajukan industri dalam negeri," tandas Joice.


Selanjutnya, Jaksa Fungsional Hendri Edison menyampaikan materi tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi. Dalam sebuah kesempatan, Presiden RI Joko Widodo pernah menyampaikan ada 3 masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia.


"Yang pertama terkait tindak pidana korupsi, yang kedua berkaitan dengan inefisiensi birokrasi dan yang ketiga adalah ketertinggalan birokrasi. Dari tiga masalah ini, yang masuk dalam urutan pertama adalah masalah korupsi. Kalau perilaku korupsi ini dibiarkan akan mengganggu seluruh sendi kehidupan," kata Hendri Edison.


Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi tindak pidana korupsi, lanjut Hendri adalah dengan menggunakan sarana hukum, yaitu dengan membuat undang-undang. 


Yang berlaku sampai saat ini adalah UU No.31 Tahun 1999 kemudian diubah lagi menjadi UU No. 20 Tahun 2001, dimana dalam UU ini ada disebutkan 30 jenis tindak pidana korupsi.


"Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang melakukan korupsi, salah satunya adalah gaya hidup konsumtif," papar Hendri Edison.


Itu sebabnya, lanjutnya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam memperbaiki sistem pelayanan dan pengurusan ijin semakin dipermudah tujuannya untuk memutus budaya suap.


Beberapa pertanyaan yang disampaikan pendengar juga dijawab secara bergantian oleh dua narasumber. Di akhir kegiatan Jaksa Menyapa, Kasi Penkum Yos A Tarigan menyampaikan semoga dengan materi yang disampaikan dua pemateri bisa menambah wawasan pendengar.


"Harapan kita, masyarakat bisa lebih mencintai produk dalam negeri untuk kemajuan industri dalam negeri juga. Kemudian, penyampaian materi tentang hukum akan membuat masyarakat lebih mengenal dan menjauhi hukuman," tandasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini