Ini Motif Pelaku Tembak Pendeta di Deli Serdang

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 03 Juli 2022 - 11:10
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Pelaku penembakan terhadap Fernando Tambunan (42), pendeta di Kabupaten Deli Serdang tertangkap. Polisi menyebut pelaku yang berinisial ZS (47) tega menembak korban lantaran sakit hati dan dipicu tidak diberikannya uang jaga malam sebesar Rp 50 ribu.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol I Kadek Kompol Hery Cahyadi menjelaskan peristiwa itu awalnya dipicu ZS merasa sakit hati kepada korban. Pelaku sakit hati ke Fernando karena tidak memberikan uang Rp 50 ribu.


Pelaku yang tidak terima lalu merasa geram dan emosi hingga membuat pelajaran kepada korban. 


"Berawal dari pelaku ZS merasa sakit hati dengan penolakan korban terhadap kutipan uang jaga malam dan kebersihan sebesar Rp 50.000 dari warga Perumahan Victory Land III di Desa Jaharun, Kecamatan Galang dan perkataan korban yang mengatakan 'tidak ada tanggung jawabnya yang jaga perumahan' dan sehingga pelaku teringat terus atas penolakan dan perkataan korban dan merasa geram, emosi sehingga mau membuat pelajaran terhadap korban," sebut Kadek, Sabtu (3/7/20220) malam.


Kemudian, pada hari Senin (27/6) pukul 10.00 WIB, ZS ada bertengkar dengan istrinya di rumah. Karena emosi dan teringat atas penolakan serta perkataan korban lalu dia mengambil senapan angin digantung di ruang tamu dan membawanya ke kandang lembu. Senapan itu bersama tiga butir peluru disimpan di sela-sela pohon pisang dekat kandang lembu.


Selanjutnya, pada pukul 20.00 WIB, ZS kembali ke kandang lembu. Dia lalu mengisi sebutir peluru sementara sisanya dimasukkan ke kantong celananya.


ZS berjalan kaki menuju lokasi jaga malam. Kemudian dari lokasi jaga malam dia berjalan melalui tanah kosong melewati kebun kelapa sawit hingga berhenti di perbukitan. Sambil merokok, dia melihat situasi sekitar lokasi kejadian.


ZS mengokang senapan angin satu kali, lalu membidik ke arah korban yang sedang duduk di teras rumahnya. ZS membidik pada bagian lengan tangan sebelah kanan korban dan mengenai badan korban.


"Sambil berdiri pelaku membidik pada bagian lengan tangan sebelah kanan korban dan menarik pelatuk senapan angin dan tembakan mengenai badan korban. Korban berteriak meringis kesakitan dan sambil memegang lengan sebelah kanannya dan dada sebelah kanan memanggil istrinya. Setelah itu pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian dan pulang ke rumah tidur," sebut Kadek.


Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 jo Pasal 53 dan atau Pasal 353 ayat (2) subs Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini