Harta Warisan Picu Pria di Tanjung Balai Aniaya Adik Ipar

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 18 Juli 2022 - 09:17
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Syukri (55) warga Kota Tanjung Balai menganiaya Andri (49) yang tak lain adalah suami dari adik kandungnya (adik ipar). Penganiayaan ini dipicu masalah harta warisan.

Adapun, yang menjadi muasal perselisihan keduanya dipicu persoalan harta warisan atas sebuah rumah. Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Senin (23/5/2022) lalu. 


Dua bulan dikuasai emosi, keduanya akhirnya melunak dan saling memaafkan. Kasusnya selesai melalui restorative justice (RJ) keadilan restoratif.


"Sebelumnya keduanya cekcok hingga pelaku ini menganiaya korban dengan cara dipukul ke arah pipi mengakibatkan luka robek," kata Kasat Reskrim Polres Tanjung Balai AKP Eri Prasetiyo, Minggu (17/7/2022).


Korban yang tak terima dipukul selanjutnya membuat laporan ke Polres Tanjung Balai. Kasusnya masuk dalam tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 Ayat (1)dari KUHPidana. 


Polisi yang mengusut laporan ini menemukan kasusnya cukup bukti berdasarkan keterangan saksi dan hasil visum. Pelaku pun, kemudian diamankan.


"Bahwa sumber masalah adalah harta warisan sebuah rumah yang saat ini sedang berperkara di Pengadilan Negeri Tanjungbalai," kata Kasat.


Sementara itu, pihak keluarga menyayangkan hal ini bisa terjadi dan berujung pada laporan polisi. 


Kendati demikian jalan perdamaian melalui pintu maaf dari keduanya sempat belum terbuka sebab masih mempertahankan ego masing-masing.


"Akhirnya barulah hari Jumat kemarin keluarga berhasil memohon kepada keduanya untuk saling berdamai. Proses mediasi ya dilakukan di ruang penyidik," jelas Eri.


Eri menerangkan jalan perdamaian tersebut, sebagaimana diatur dalam perkap No 8 Tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif justice bahwa proses penyidikan terhadap perkara penganiayaan itu dihentikan dan penahanan pelaku ditangguhkan.


"Perdamaian disaksikan keluarga. Sehingga masalah seperti ini harusnya diselesaikan secara kekeluargaan ini menurut kami merupakan penyelesaian yang adil," pungkasnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini