Dianggap Rahasia Negara, Panitia PPDB SMAN 1 Metro Tolak Tunjukkan Berkas Siswa

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 11 Juli 2022 - 09:26
kali dibaca
Ket Foto : Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem online di Kota Metro dikeluhkan sejumlah wali murid.

Mediaapakabar.com
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem online di Kota Metro dikeluhkan sejumlah wali murid.

Muncul indikasi terjadinya kecurangan dalam proses pemberkasan yang menjadi persyaratan PPDB. 


Salah satunya pada jalur prestasi dan kepindahan tugas orang tua peserta didik. 


Pasalnya, sertifikat/piagam prestasi serta surat perpindahan tugas orang tua, tidak tampil dalam situs atau website PPDB.


Hal tersebut membuat wali murid tidak dapat memantau keasliannya. Ini sebagaimana terjadi di SMA Negeri 1 Metro.


Saat dikonfirmasi sekira pukul 14.00 WIB, Jumat (8/7/2022), Ketua Panitia PPBD SMAN 1 Metro, Toto Laksono, enggan menunjukkan berkas dimaksud. 

 

Wakil Ketua Panitia PPBD Online SMAN 1 Metro, Amran, beralasan berkas tersebut dianggap dokumen rahasia negara.


"Jadi, kami mohon maaf tidak bisa memperlihatkan dokumen data peserta yang diterima," ujar Amran.


Dokumen dimaksud baik jalur zonasi, afirmasi, pindah tugas orang tua, atau prestasi akademik, maupun non-akademik. 


Lanjutnya, terkait data tersebut, pihak panitia tidak bisa memberikan dokumen tersebut, karena itu terkait dokumen pribadi orang lain.


Dia berjanji menunjukkannya jika yang meminta adalah Dinas Pendidikan, Ombudsman, Inspektorat, atau Aparat Penegak Hukum (APH). 


Sementara, kuota di SMAN 1 Metro sebanyak 306 orang yang terdiri dari empat jalur tersebut.


Untuk jalur zonasi kuotanya 50 persen, afirmasi 15 persen, prestasi 30 persen, dan pindah tugas orang tua 5 persen. 


Terpisah, AL, salah satu orang tua menuturkan sistem online tidak menjamin transparansi PPDB di sebuah sekolah.


"Sekolah anggap berkas data siswa rahasia negara, sangat aneh. Apa iya prestasi dan surat tugas pindah orang tua rahasia negara?" sindirnya 


Lain halnya KTP atau KK yang bisa dianggap privasi. Sedangkan, piagam misalnya adalah sebuah prestasi yang seharusnya diekspose. 


Senada, DS yang anaknya tidak diterima di SMAN 1 Metro dari jalur zonasi berharap, PPDB diusut hingga tidak merugikan calon siswa lain yang benar-benar layak diterima pada sekolah tersebut.


"Misalnya bisa saja anak yang mendaftar pakai jalur prestasi tidak memakai piagam asli, alias piagam nembak. Ini lemahnya sistem zonasi," katanya.


Sumber: rilis.id 

Share:
Komentar

Berita Terkini