Tuntutan Terlalu Ringan, Korban Penikaman di Dalam Mobil Minta Terdakwa Faris Dihukum Maksimal

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 02 Juni 2022 - 23:16
kali dibaca
Ket Foto : Korban Indah Haerani Hanafia saat di Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Indah Haerani Hanafia korban percobaan pembunuhan meminta agar majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman maksimal kepada Muhammad Nur Faris. 

Sebab, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan Kharya Saputra yang menuntut terdakwa Muhammad Nur Faris dengan pidana penjara selama 6 tahun dinilai terlalu ringan dan tidak sebanding atas perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa yang telah menikam korban berkali-kali hingga nyaris tewas.


"Saya meminta agar hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman maksimal atas perbuatan yang telah dilakukan terdakwa terhadap diri saya. Kalau bisa terdakwa dihukum 10 sampai 15 tahun penjara," pinta korban Indah di Pengadilan Negeri Medan, Kamis, 02 Juni 2022.


Menurut Indah, tuntutan 6 tahun penjara tersebut tidak sebanding atas penderitaan yang saya alami. ”Saya cacat seumur hidup akibat dari luka tikaman dari terdakwa dengan 38 jahitan di tubuh saya, selain itu belum ada perdamaian. Apalagi terdakwa tidak mau menanggung biaya perobatan,” jelasnya.


Ia berharap agar nantinya, majelis hakim Pengadilan Negeri Medan dapat memberikan keadilan bagi dirinya.


"Saya berharap kepada majelis hakim, agar nantinya dapat memberi hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara maksimal," harapnya.


Tuntutan 6 tahun penjara yang diberikan JPU Kharya Saputra terhadap terdakwa Muhammad Nur Faris juga ditentang oleh Nining selaku ibu korban Indah.


Pasalnya, dirinya sangat keberatan sebagai orangtua atas apa yang telah dialami anak perempuannya tersebut.


"Saya tidak terima atas tuntutan 6 tahun penjara yang diberikan jaksa kepada terdakwa. Ini tidak sebanding atas perbuatan yang dilakukan terdakwa terhadap anak perempuan saya," ucapnya sembari meminta agar hakim nantinya  bijaksana dalam mengambil putusan yang seadil-adilnya.


Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra menuntut terdakwa Muhammad Nur Faris (26) dengan pidana penjara selama 6 tahun dalam sidang yang digelar secara online di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis, 02 Juni 2022.


Warga Jalan Pasar III Timur Gang Pakde, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan ini dinilai terbukti melakukan percobaan pembunuhan dengan cara menikam korban Indah Haerani Hanafia berkali-kali hingga nyaris tewas.


"Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Muhammad Nur Faris dengan pidana penjara selama 6 tahun," kata JPU Kharya Saputra di hadapan majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan.


Dalam nota tuntutannya, JPU Kharya Saputra menilai perbuatan terdakwa Muhammad Nur Faris melanggar Pasal 338 Jo Pasal 53 KUHPidana.


Usai mendengarkan tuntutan dari JPU Kharya Saputra, majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa Muhammad Nur Faris.


Mengutip surat dakwaan JPU Kharya Saputra, perkara ini bermula pada 21 Desember 2021 lalu, saat saksi korban Indah Haerani Hanafia, mendapat pesan whatsapp dari terdakwa Muhammad Nur Faris dengan ajakan jalan-jalan.


Apabila nantinya kemalaman, terdakwa akan  mengajak Indah ke Hotel A Residence di Sei Putih dan akan memberikan uang sebesar Rp1,5 juta. Keduanya pun janji bertemu di Jalan Jamin Ginting tepatnya di Pajak Usu (Pajus). Sekira pukul 22.30 WIB Indah sampai di Pajus dengan menggunakan Mobil Brio warna merah miliknya.


Kemudian terdakwa meminta untuk mengemudikan mobil milik saksi korban, dan pergi ke Jalan Jamin Ginting, selanjutnya saksi korban dan terdakwa berhenti di Indomaret membeli minuman dan membeli dimsum kepiting dan ayam.


Setelah terdakwa selesai membeli ternyata yang dibeli terdakwa dimsum ayam sehingga Indah membujuk terdakwa membeli dimsum rumput laut akan tetapi terdakwa menolak. Selanjutnya, mereka lalu berjalan-jalan ke arah Jalan SM Raja. Saat itu terdakwa sempat menanyakan apakah Indah punya GPS mobil lalu dijawab tidak ada.


"Keduanya lalu pergi ke Jalan Bambu untuk makan kerang. Setelahnya, terdakwa mengajak Indah jalan-jalan ke arah Marelan. Namun diperjalanan terdakwa menanyakan emas yang dipakai oleh saksi korban beserta harganya, lalu saksi korban menjawab harga emas yang dipakai tersebut dan gramnya," kata JPU Kharya Saputra.


Lalu terdakwa membawa jalan-jalan lagi dengan alasan ingin membeli kopi sesampainya di Jalan Kol Yos Sudarso Glugur Kota Medan Barat Kota Medan, tepatnya dekat Universitas Dharma Wangsa, terdakwa kembali menghentikan mobil dengan alasan mengambil kain membersihkan kaca mata.


Setelahnya, terdakwa lalu mengambil tas ransel miliknya. Dan pada saat membuka tas tersebut terdakwa sempat diam sejenak dan langsung mengambil pisau kemudian memberikan tusukan ke arah perut, leher, dan kedua kaki Indah.


Mendapat tikaman bertubi-tubi, korban Indah lalu mencoba merebut pisau dari terdakwa dan mencoba membuka pintu mobil. Setelah berhasil merebut pisau dan membuka pintu mobil tersebut saksi korban langsung keluar dari mobil dan berdiri di depan mobil. 


Setelah saksi korban keluar dari mobil, selanjutnya terdakwa langsung tancap gas meninggalkan saksi korban dengan membawa mobil Brio milik korban kemudian saksi korban meminta pertolongan dan dibawa ke Rumah Sakit Putri Hijau. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini