Tergiur Upah Rp1,5 Juta, Pria Asal Medan Sunggal Nekat Antarkan 10 Kg Sabu

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 30 Juni 2022 - 20:37
kali dibaca
Ket Foto : Kedua saksi polisi dihadirkan untuk memberikan keterangan di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Tergiur upah Rp1,5 juta, Rizal Haris Daulay warga Jalan Sei Kapuas Kelurahan Sei Babura, Kecamatan Medan Sunggal, nekat antarkan sabu seberat 10 kg ke calon pembeli.

Akibatnya, pria tamatan SD ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan majelis hakim diketuai Sayed Tarmizi, pada persidangan perdana di Ruang Cakra 3 Pengadilan  Negeri (PN) Medan, Kamis (30/6/2022).


Jaksa penuntut umum (JPU) Fauzan Irgi Hasibuan dalam dakwaannya menerangkan, sekitar bulan Maret 2022 terdakwa, dihubungi melalui aplikasi Whatsapp oleh Embong yang merupakan teman terdakwa. Kemudian Embong  menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk bantu jualkan sabu.


"Bantu aku jual sabu, nanti abang antarkanlah sabunya ke pembeli, minggu depan tunggulah di dekat RS Bunda Thamrin, nanti ada yang ngasih handphone sama abang, abang terima ya nanti kita komunikasi lagi," kata JPU menirukan suara terdakwa.


Setelah itu, Embong menjanjikan akan memberikan upah Rp1.500.000, terdakwa lalu menyetujuinya. Selanjutnya,  minggu 13 Maret 2022 sekira pukul 12.00 terdakwa sedang ngetem di depan RS Bunda Thamrin datang seorang yang tidak dikenal dan mengahampiri terdakwa memberikan Handphone sambil berkata “ aku yang disuruh Embong bang” dan terdakwa menerimanya.


"Tidak berapa lama hanpdhone tersebut berdering dan terdakwa mengangkatnya dari handphone tersebut mengatakan “agar terdakwa bergerak ke Jalan Titi Papan dan terdakwa mengikuti petunjuk tersebut, setelah sampai di Jalan Gatot Subroto Simpang Jalan Titi Papan terdakwa di telfon kembali dan diarah kan untuk menunggu di Jalan Titi Papan Gang Persatuan," kata JPU.


Setelah terdakwa sampai di Jalan Titi Papan Gang Persatuan tiba-tiba seseorang datang dan mengahampiri terdakwa sambil menyerahkan barangnya dan mengatakan “ ini barangnya, nanti kau antarkan ya, nanti ku telfon lagi.” 


"Selanjutnya terdakwa menerima 1 buah tas warna hitam yang berisikan 9 bungkus teh China yang berisikan Narkotika jenis sabu-sabu kemudian terdakwa meletakan tas tersebut ke dalam becak tanpa plat nomor  yang dikendarai terdakwa, kemudian seorang laki laki tersebut pergi meninggalkan terdakwa," ujar JPU.


JPU melanjutkan, sembari menunggu telepon,  terdakwa bergerak kemudian tidak lama datang saksi Maruli T Sitanggang, saksi Aman Sebayang, saksi Enda Safrizal, Saksi Anggiat S Pasaribu, dan saksi Indra Manik yang merupakan anggota Kepolisian dari Polrestabes Medan menghampiri dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa  dan melakukan interogasi serta penggeledahan.


Dari penggeledahan itu, ditemukan barang bukti berupa 1 buah tas yang berisikan 9 bungkus teh Cina yang berisikan Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih 8800 gram.


"Selanjutnya polisi kembali  melakukan interogasi kepada terdakwa tentang kepemilikan sabu-sabu tersebut,  terdakwa menjelaskan bahwa terdakwa menerima tas tersebut dari seseorang yang tidak dikenal didepan sebuah rumah di Jalan Titi Papan gang Persatuan," sebut JPU.


Sesampainya di depan rumah tersebut polisi melakukan penggeledahan  di rumah tersebut ditemukan 1bungkus teh China yang berisikan markotika jenis sabu dengan berat bersih 1000 gram dan 1 bungkus plastik transparan berisikan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih 200 gram yang berada dalam 1 buah paper nag. 


Selanjutnya petugas Kepolisian langsung membawa terdakwa beserta barang bukti Narkotika ke kantor Sat Res Narkoba Polrestabes Medan guna proses hukum selanjutnya. 


"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," pungkas JPU. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini