Projo: Ganjar Belum Tentu Menang Pilpres 2024

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 05 Juni 2022 - 23:27
kali dibaca
Ket Foto : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengawali Bulan Pancasila dengan kegiatan meneguhkan kedaulatan bangsa bertema "Pancasila dan Multikultural Kaum Milenial Jawa Tengah” di Gradhika Bhakti Praja, Rabu (1/6/2022). 

Mediaapakabar.com
Spekulasi dukungan Ormas Pro Jokowi (Projo) terhadap Ganjar Pranowo setelah Rakernas V di Magelang bulan lalu ditanggapi Bendahara Umum DPP PROJO Panel Barus dengan data politik nasional. 

Panel menilai dukungan terhadap tokoh-tokoh yang belakangan moncer dalam survei Capres 2024 masih terlalu dini. 


Maka anggapan bahwa pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Rakernas V PROJO 2022 di Kawasan Candi Borobudur berpihak kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga berlebihan.


Ia melihat elektabilitas tokoh-tokoh yang muncul saat ini tidak ada yang sekuat Jokowi saat itu. 


Elektabilitas Jokowi pada 2013 mencapai 44 persen, sedangkan elektabilitas tiga nama teratas menurut survei saat ini belum ada yang mampu menembus 30 persen. 


Artinya, elektabilitas Anies Baswedan, Ganjar, Prabowo Subianto baru sekitar 70 persennya elektabilitas Jokowi di 2013.


"Dulu kami berpandangan bahwa Pak Jokowi dipasangkan dengan siapa pun akan menang. Namun kondisi Pilpres 2024 akan berbeda," kata Panel Barus dalam keterangannya dikutip dari tribunews.com, Minggu, (5/6/2022).


Ia kemudian menyampaikan empat variabel penting dalam Pipres 2024 yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. 


Panel mengatakan variabel pertama adalah koalisi partai apa saja yang muncul. Variabel kedua, siapa capres yang didukung. 


Variabel ketiga, siapa cawapresnya. Sedangkan variabel keempat adalah ke mana arah dukungan kelompok-kelompok relawan Jokowi.


"Dalam konteks itu belum tentu Ganjar menang di Pilpres 2024. Ojo kesusu (jangan terburu-buru) menyimpulkan," ujar Panel.


Panel menjelaskan faktor pemilihan cawapres tak bisa dinafikan.


Berdasarkan data 'bursa' cawapres saat ini, Projo melihat beberapa tokoh yang potensial, seperti Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Jenderal Andika Perkasa, Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil, dan Jenderal Dudung Abdurachman. 


Menurutnya,cawapres akan melengkapi kekurangan capres. Kekurangan tersebut bisa saja partai pendukung, logistik, karakteristik, dan ceruk pemilih.


Projo melihat pentingnya upaya memastikan siapa duet yang paling dikehendaki oleh rakyat Indonesia jika melihat kekurangan dari sejumlah tokoh yang dijagokan dalam survei elektabilitas. 


Sesuai arahan Presiden Jokowi dan hasil Rakernas V, Projo akan menggali pilihan masyarakat itu dengan mekanisme Musyawarah Rakyat yang akan diadakan mulai pertengahan tahun ini.


"Projo berpandangan bahwa Pak Jokowi menjadi standar kepemimpinan ke depan. Kualitas pemimpin selanjutnya tidak boleh jauh di bawah Pak Jokowi," kata Panel Barus. (TC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini