Presiden Jokowi Dilengkapi Helm dan Rompi Antipeluru Saat Berkunjung ke Ukraina

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 24 Juni 2022 - 10:31
kali dibaca
Ket Foto : Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat melakukan simulasi pengamanan pelantikan presiden. Presiden Jokowi akan dikawal pasukan elite selama berkunjung ke Ukraina. (ANTARA)

Mediaapakabar.com
Presiden Joko Widodo bakal dilengkapi dengan helm dan rompi anti peluru saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv akhir Juni mendatang.

Komandan Paspampres Mayjen Tri Budi Utomo mengatakan perlengkapan itu juga untuk semua delegasi Indonesia dan bisa digunakan saat dibutuhkan.


"Kita sudah siapkan helm dan rompi untuk semua. Semua delegasi yang akan ikut kita siapkan," kata Tri dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (23/6/2022).


Selain itu, 39 orang personel juga akan diterjunkan dalam lawatan Jokowi ke Kyiv. Tri mengatakan pasukan yang diterjunkan pernah ditempa di sejumlah pasukan elite TNI antara lain Kopassus, Denjaka hingga Paskhas.


"Kami juga sudah menyiapkan tim penyelamatan yang biasanya pada saat kegiatan tertentu kita tidak membawa, khusus ini kita membawa personel tersebut," kata Tri.


"Kurang lebih 39 khusus dengan Paspampres saja," ucapnya.


Dia menjelaskan para pasukan elite itu telah menjalani latihan penyelamatan khusus untuk kunjungan ke Ukraina. Paspampres pun akan mengirim sepuluh orang di antaranya ke Kyiv hari ini untuk mempersiapkan kedatangan Jokowi.


Tri menyampaikan situasi jelang pertemuan Jokowi dengan Zelensky cenderung aman. Dia memohon doa dan dukungan agar paspampres bisa melaksanakan tugas mengawal Jokowi dengan lancar.


"Sementara mereka (Rusia) masih melakukan serangan ya memang di seputaran Donetsk itu saja. Jadi, alhamdulillah masih jauhlah dari Kyiv," tuturnya.


Jokowi akan menjalani rangkaian perjalanan luar negeri mulai 26 Juni 2022. Ia akan berkunjung ke Jerman untuk menghadiri pertemuan G7.


Setelah itu, ia akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Ukraina. Ia juga akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia. Langkah itu diambil dalam upaya mendamaikan kedua negara. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini