PHK 100 Karyawan, Mobile Premier League Pamit dari Indonesia

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 02 Juni 2022 - 08:49
kali dibaca
Ket Foto : Platform game dan turnamen Mobile Premier League (MPL) menutup operasional di Indonesia.

Mediaapakabar.com
Platform game dan turnamen Mobile Premier League (MPL) menutup operasional di Indonesia. Penutupan itu berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.

MPL adalah startup asal India yang saat ini sudah memiliki kehadiran di sejumlah negara Asia Pasifik, Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Informasi itu diumumkan langsung oleh perusahaan melalui akun Instagram resminya.


"MPL Indonesia sudah tidak beroperasi dan menerima pengguna baru saat ini. Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya," tulis MPL Indonesia dikutip dari detikcom, Rabu (1/6/2022).


Dilansir dari moneycontrol.com, perusahaan itu telah memberhentikan setidaknya 100 orang pegawai atau 10% dari total pekerjanya secara keseluruhan. Hengkangnya MPL dari Indonesia dipicu oleh perlambatan di ekosistem startup India akibat pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir.


"Beberapa bulan terakhir ini gila. Filosofi pertumbuhan dengan segala cara sekarang terbalik. Saat ini pasar menghargai pertumbuhan yang menguntungkan daripada pertumbuhan dengan segala cara," kata pendiri MPL Sai Srinivas dan Shubh Malhotra.


Perusahaan yang berbasis di Bengaluru itu juga menghapus produk streaming-nya di aplikasi MPL. Karyawan yang terdampak PHK disebut akan menerima pesangon lengkap beserta manfaat lainnya.


Kabar ini cukup mengejutkan karena segmen game seluler adalah salah satu penerima manfaat besar dari pandemi COVID-19. Banyaknya orang terpaksa tinggal di rumah mengakibatkan lonjakan besar dalam unduhan game seluler dan keterlibatan pengguna.


Menurut laporan terbaru perusahaan konsultan RedSeer, unduhan aplikasi seluler di India telah meningkat 50% dan keterlibatan pengguna meningkat 20%.


Dalam email tersebut, para pendiri mengatakan alasan keluar dari Indonesia karena melihat profil pengembalian hanya sebagian kecil dari yang mereka harapkan. Padahal telah berinvestasi cukup signifikan selama tiga tahun terakhir sejak beroperasi di Indonesia.


"Sudah waktunya untuk membuat keputusan sulit untuk menggunakan kembali sumber daya kami di bagian lain dari bisnis kami untuk memastikan kesehatan dan kesuksesan jangka panjang kami sebagai perusahaan," kata mereka.


Oleh karenanya, perusahaan akan fokus untuk mencapai netralitas EBITDA sambil fokus pada pasar global utama dan menutup bisnis yang tidak berjalan. Baru-baru ini MPL berkelana ke penerbitan game dengan peluncuran Mayhem Studios di AS dan mengakuisisi GameDuell di Eropa.


"Operasi (di) AS bersama akuisisi Gameduell baru-baru ini di Eropa akan memungkinkan untuk fokus pada dua pasar game dengan nilai tertinggi di dunia," tandasnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini