Pesan Pdt Mantan Jurnalis MD Wakkary Semasa Hidup: Pemuda Kristen Agar Jadi Domba Tuhan di Tengah Serigala

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 23 Juni 2022 - 16:33
kali dibaca
Ket Foto : Pdt Dr MD Wakkary.

Mediaapakabar.com
- Sejumlah tokoh Kristen Sumut yang tergabung dalam Sumatera Berdoa, senioren Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) dan senioren GAMKI menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum Pdt Dr MD Wakkary.

Ucapan belasungkawa itu disampaikan saat melayat di rumah duka Gereja GPdI Maranatha Jalan S Parman Nomor 63 Medan, Rabu, 22 Juni 2022.


MD Wakkary yang juga merupakan sahabat perjuangan almarhum DR GM Panggabean sampai mendirikan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) tahun 1970 dan sampai akhir hayatnya sebagai Penasehat, tutup usia 79 tahun pada 21 Juni 2022.


Selain belasungkawa, senioren GAMKI dan PIKI, Jhon Eron Lumban Gaol, juga menyampaikan selamat ulang tahun ke-79 di depan jenazah dan keluarga yang ditinggal karena ternyata persemayaman almarhum MD Wakkary bertepatan dengan hari lahirnya juga (22/6). 


"Berbanggalah keluarga memiliki suami, orang tua dan opa seperti Om Max ini, terutama di hari ulang tahunnya beliau ada bersama Tuhan," ucap Eron sambil meneteskan air mata di hadapan Ny MD Wakkary, Pdt Paul F Wakkary (adik mendiang) dan keluarga.


Acara persemayaman Pdt MD Wakkary yang juga Ketua Majelis Pusat GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia) dan pernah menjadi Anggota MPR-RI masa 1999-2004 ini, diisi ibadah yang dilayani oleh Ketua Umum Sumatera Berdoa, Pdt Dr Robert Benediktus.


Tampak hadir sahabat dan kader-kader terbaik almarhum ketika aktif di keorganisasian pemuda Kristen. Antara lain terlihat Sekretaris Umum Sumatera Berdoa Nurhawati Simamora, Bendahara Umum Ida Nora Nasution, Wakil Ketua Pdt Jhony Saragih. 


Kemudian, Pembina JA Ferdinandus, Bachtiar Sonar Siregar, Pdt Lucas Timoteus, penasehat DR RE Nainggolan, Drs Nabari Ginting MSi, Dr Edward Simanjuntak.


Selanjutnya, senioren GAMKI Ronald Naibaho, Susi Ferdinandus, Dr Adolfina, Pdt Dr Rosiani Hutagalung, Pangihutan Hutagalung, Tiopan MT Tampubolon dan para pendoa dari Sumatera Berdoa.


Kepergian sosok Pendeta MD Wakkary yang berdarah aktivis dan jurnalis ini dikenal akrab dengan senyum dan kesetiakawanan, sehingga membuat semua sahabat dan kerabat tidak mampu membendung air mata. Terlebih JA Ferdinandus, tak henti-hentinya sesegukan di samping jenazah ketika berlangsung ibadah.


Pdt Dr Robert Benediktus dalam khotbah singkatnya mengutip 2 Timoteus 4:7-8: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 


Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.


Dr RE Nainggolan dalam sambutannya mengatakan almarhum Pdt Dr MD Wakkary semasa hidupnya adalah sosok yang tulus. Cerminan ajaran Kristus ada pada dirinya. 


"Beliau sosok yang jujur, lurus dan memiliki komitmen di dalam kehidupannya. Dalam kehidupan bermasyarakat dia menunjukkan sosok yang benar-benar anak Tuhan, menghormati orang lain dan dihormati orang lain," kata RE Nainggolan.


Sementara itu, Jhon Eron mengatakan, dirinya adalah binaan langsung MD Wakkary yang juga Anggota MPR RI. Om Max (panggilan akrab mendiang) tidak pernah membina kadernya secara emosional. 


"Beliau adalah tokoh Kristen di Sumut yang diterima semua pihak, di zaman mudanya sudah berprestasi dan memimpin GAMKI Medan dan Sumut. Sebenarnya beliau akan terplih jadi Ketua Umum DPP GAMKI, tapi karena ada kader GAMKI Jawa Tengah Dr Suku Waluyo ingin jadi Ketua Umum maka Om Max legowo mundur," terang Eron.


MD Wakkary juga terkenal sebagai sosok pemberani, dia sebagai tokoh muda Kristen Sumut tahun 1965 menumpas sisa-sisa G30 S. Dia sangat dekat dengan tokoh-tokoh Sumut lintas agama dan juga dengan ketua-ketua OKP namun dia bukan seorang preman.


"Tapi punya integritas yang kuat, saya adalah kader beliau bersama Buttu Hutapea (Pimpinan DPD PDI masa Orde Baru), Tarubar dan lainnya. Makanya saya mengajak semua lembaga keumatan Kristen Sumut agar turut menyampaikan belasungkawa," ajaknya.


Mantan anggota DPRD Medan dan Sumut 2 periode ini mengenang pesan MD Wakkary yang sangat berkesan sampai sekarang. Beliau mengajak umat Kristen agar menjadi domba (Tuhan-red) di tengah-tengah serigala.


"Jadilah kita seperti domba di tengah-tengah serigala, artinya harus mampu dan berani menghadapi tantangan, jangan takut mengungkapkan yang benar, karena Tuhan ada bersama kita. Itulah pesan beliau yang tidak pernah saya lupakan," terang Eron. (SC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini