Pasokan Minim akibat Cuaca, Harga Cabai Rawit Merah Meroket

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 07 Juni 2022 - 11:58
kali dibaca
Ket Foto : Kenaikan harga sejumlah bapokting di pasar tradisional di Kota Sukabumi dipengaruhi minimnya pasokan akibat cuaca buruk.

Mediaapakabar.com
Beberapa harga bahan pokok penting (bapokting) mengalami kenaikan signifikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi, Selasa (7/6/2022). Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang naik Rp10.000/kg.

Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi merilis daftar harga bapokting di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede Sukabumi. Selain mengalami kenaikan, terdapat pula beberapa komoditas mengalami penurunan harga. 


Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Diskumindag Kota Sukabumi, Moh Rifki mengatakan, komoditi cabai yang mengalami kenaikan, seperti cabai rawit merah saat ini mengalami kenaikan dari Rp80.000 menjadi Rp90.000. 


"Untuk cabai rawit hijau naik menjadi Rp74.000 dari sebelumnya Rp68.000, cabai hijau besar naik dari Rp28.000 menjadi Rp30.000. Sedangkan harga kol naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000, terigu naik dari Rp9.000 menjadi Rp10.500/kg dan harga bawang merah jawa naik menjadi Rp54.000 dari Rp44.000," ujar Rifki dalam keterangannya dilansir dari iNews.id, Selasa, 07 Juni 2022.


Untuk komoditas mengalami penurunan harga, lanjut Rifki, terjadi pada harga cabai merah TW dari harga Rp72.000 menjadi Rp70.000/kg. Namun harga telur ayam negeri tetap Rp29.000, minyak goreng kemasan di pasar modern Rp47.900 per 2 liter, minyak goreng kemasan di pasar tradisional Rp21.000-23.000/liter. 


"Harga daging ayam broiler Rp40.000/kg, daging sapi Rp130.000/kg, beras Ciherang Cianjur 1 Rp11.500/kg, beras Ciherang Sukabumi Rp9400/kg, beras premium kelas I Rp12.000/kg dan beras medium terendah Rp8000/kg," ujar Rifki. 


Lebih lanjut Rifki mengatakan, terkait penyebab kenaikan sejumlah harga bapokting karena disebabkan oleh pasokan dari daerah yang berkurang. Hal tersebut dikarenakan faktor cuaca yang memicu harga bapokting terkoreksi naik. 


"Dengan adanya kenaikan dari sejumlah harga bapokting di Kota Sukabumi, kami dari Diskumindag akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) untuk mencari penyebab lain dari kenaikan harga tersebut," pungkasnya. (II/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini