Pajak Kendaraan Diusulkan Bakal Dihapus, Gantinya Bakal Dikenakan Pajak Saat Isi Bensin di SPBU

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 08 Juni 2022 - 19:07
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Pajak kendaraan bakal dihapus, pengendara bakal dikenakan pajak saat isi bensin di SPBU. Muncul usulan pemerintah sebaiknya menghapus pajak kendaraan bermotor.

Sebagai gantinya pengendara akan dikenakan biaya tambahan saat mengisi bensin di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).


Adapun yang mengusulkan pajak kendaraan akan dihapus yaitu Tulus Abadi Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).


Tulus mengusulkan pajak kendaraan dihapus dan dialihkan ketika pemilik kendaraan membeli bahan bakar minyak (BBM).


Usulan itu ditujukan kepada Komisi V DPR RI yang saat ini tengah melakukan penyusunan pembahasan Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUU LLAJ).


"Kami mengusulkan dana preservasi ini bisa dipungut saat konsumen membeli BBM. Saya kira lebih adil ketika konsumen membeli BBM dikenakan dana preservasi," ujar Tulus dalam keterangannya, dikutip dari tribunnews.com, Senin (6/6/2022).


Tulus menambahkan, pajak kendaraan bisa dihapus dan dialihkan pada saat membeli BBM agar tidak terjadi double pungutan.


Dia menyebutkan selama ini pemerintah kesulitan menaikkan harga BBM karena tingkat konsumsi masyarakat nyaris tidak terkendali.


Dengan adanya peralihan ke pembelian BBM, hal itu akan mengendalikan tingginya konsumsi masyarakat terhadap BBM. Dengan terkendalinya konsumsi BBM secara langsung akan menekan tingkat pencemaran yang disebabkan oleh kendaraan.


Selain itu, melalui pembelian BBM itu nantinya pengelolaan dana preservasi jalan akan lebih maksimal.


Cara mendapatkan plat nomor warna putih untuk kendaraan pribadi.


Korps Lalu Lintas (Korlantas) akan segera menerapkan kebijakan plat nomor putih dengan tulisan hitam untuk kendaraan di seluruh Indonesia.


"Tahun ini kan, Ini kan masih di lelang, lelang ini sudah selesai, nah ada pertanyaan, kira kira kapan, Pak? Secepatnya gitu," jelas Dir Regident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus kepada Tribunnews, Kamis (19/5/2022).


Yusri mengatakan, kebijakan tersebut akan diterapkan mulai bulan Juni 2022.


"Jadi ya semoga secepatnya ini, kalau ininya udah selesai cepat."


"Bisa bulan Juni? Bisa jadi, kalau udah cepat, pokoknya tahun ini tahun ini plat nomor putih," kata Yusri.


Lalu bagaimana cara mendapatkannya?


Yusri menjelaskan penerapan kebijakan plat nomor putih akan dilakukan secara bertahap.


"Nanti kan diberlakukannya tahun ini, tapi kan belum semuanya," ungkap Yusri.


Nantinya, kendaraan yang akan menggunakan plat nomor putih itu adalah kendaraan yang memang sudah harus ganti nomor plat sesuai dengan pajak lima tahunan dan kendaraan baru.


"Yang kendaraan ganti plat yang 5 tahunan itu sama kendaraan yang baru jadi bertahap ini yang plat nomor putih," jelasnya.


Selain itu, pergantian plat nomor putih ini tidak dikenakan penambahan biaya.


"Enggak ada, sama aja. Kalau pas plat hitam keluar biaya nggak? Sama aja kayak plat hitam," kata Yusri.


Mengutip dari korlantas.polri.go.id, kebijakan perubahan plat nomor putih terdapat pada Pasal 45 Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.


Beleid itu berisi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (1) berwarna dasar putih, tulisan hitam untuk ranmor perseorangan, badan hukum, PNA dan Badan Internasional.


Kemudian kuning, tulisan hitam untuk ranmor umum; merah, tulisan putih untuk ranmor instansi pemerintah.


Sementara hijau, tulisan hitam untuk ranmor di kawasan perdagangan bebas yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (TBC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini