Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

OJK Turut Lindungi Investor Pasar Modal

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 14 Juni 2022 - 08:53
kali dibaca
Ket Foto : Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan, untuk melindungi investor pasar modal, pihaknya melakukan sosialisasi, literasi, dan edukasi.

Mediaapakabar.com
Guna memberikan perlindungan kepada investor di Pasar Modal, berbagai upaya dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baik dari sisi kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan, untuk melindungi investor pasar modal, pihaknya melakukan sosialisasi, literasi, dan edukasi.


"OJK memberikan pemahaman kepada investor dalam berinvestasi di pasar modal agar masyarakat terhindar dari investasi bodong. Kemudian, memahami risiko berinvestasi di Pasar Modal. Mengetahui legalitas profil pelaku usaha dan produk investasi yang ditawarkan," katanya di Medan, Selasa (14/6/2022).


Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar masyarakat memahami teknik berinvestasi dengan menggunakan dana lebih, bukan dana kebutuhan pokok atau cadangan, apalagi hasil meminjam.


Selain itu, pemahaman kepada investor dalam berinvestasi di pasar modal agar masyarakat terhindar dari penawaran imbal hasil fixed return yang tidak masuk akal. 


"Kami juga mendorong pengembangan notasi khusus dan papan pemantauan khusus sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kerugian investor saham. Mendorong tersedianya informasi yang sederhana dan cepat agar para investor dapat dengan mudah memahami kondisi perusahaan," jelasnya.


Yusup menuturkan, saat ini telah ada 15 notasi khusus yang diharapkan dapat memberikan gambaran kepada investor agar sebelum bertransaksi saham perusahaan tercatat, dapat memahami terlebih dahulu kondisi perusahaan tersebut.


Adapun dasar dari OJK untuk melindungi investor pasar modal adalah penerbitan POJK 65/POJK.04/2020 dan SEOJK
17/SEOJK.04/2021.


Pengembalian Keuntungan Tidak Sah (PKTS) dan Dana Kompensasi Kerugian Investor
diharapkan dapat memulihkan hak-hak investor yang dirugikan
akibat adanya pelanggaran terhadap peraturan
perundang-undangan di bidang pasar modal.


Dia mengungkapkan, hal itu dilakukan dengan cara memberikan perintah tertulis kepada pelaku pelanggaran untuk mengembalikan sejumlah keuntungan yang diperoleh/kerugian yang dihindari secara tidak sah/melawan hukum (restorative justice/remedial action).


Penerbitan POJK 49/POJK.04/2016 dan Keputusan Nomor Kep-69/D.04/2020 terkait
Dana Perlindungan Pemodal (DPP) menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan pemodal dan masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia dengan memberikan ganti rugi atas aset pemodal yang hilang.


Tindakan Supervisory Action yang didukung dengan Penerbitan POJK 23/POJK.04/2021 tentang Tindak Lanjut Pengawasan di Bidang
Pasar Modal, sebutnya, memastikan para pelaku industri pasar modal Indonesia senantiasa mematuhi dan mentaati ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan demi terciptanya pasar modal yang teratur, wajar, efisien, dan melindungi kepentingan investor dan masyarakat.


"OJK akan terus melakukan pembinaan dan supervisory action untuk mengantisipasi berbagai modus pelanggaran tersebut dan jika diperlukan akan melakukan tindakan tegas berupa penegakan hukum tentunya dengan dukungan dari seluruh pihak,” ungkapnya.


Dia menambahkan, penguatan kewenangan pengawasan dan penegakan hukum melalui Penerbitan POJK
3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal sebagai payung hukum dalam melakukan tindakan pengawasan dan penegakan dengan memberikan beberapa kewenangan baru bagi OJK demi mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar, efisien, dan melindungi kepentingan investor dan masyarakat. 


"Dengan mengajukan permohonan kepailitan dan pembubaran perusahaan, perintah melakukan buyback saham Perusahaan Terbuka, dan melarang pihak tertentu menjadi Pengendali, Direksi, dan Dewan Komisaris," ujarnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini