NASA Temukan Sebuah Planet dengan Kondisi Mirip Neraka

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 01 Juni 2022 - 23:32
kali dibaca
Ket Foto : Planet 55 Cancri e temuan NASA. (tumblr.com)

Mediaapakabar.com
Badan antariksa AS (NASA) mengungkapkan temuan sebuah planet dengan kondisi seperti deskripsi Alkitab mengenai neraka, yakni sebuah dimensi dalam keadaan terbakar yang konstan.

Planet tersebut disebut 55 Cancri e yang berjarak 50 tahun cahaya, dan mengorbit begitu dekat dengan bintang seperti matahari.


Kini NASA tengah bersiap untuk mempelajari kondisi planet mirip neraka itu melalui teleskop luar angkasa James Webb dalam beberapa minggu mendatang.


Data menunjukkan 55 Cancri e berjarak kurang dari 1,5 juta mil dari bintangnya, atau 1/25 jarak Merkurius super panas dari matahari di tata surya kita, kata NASA.


"Dengan suhu permukaan jauh di atas titik leleh mineral pembentuk batuan yang khas, sisi siang hari planet ini diperkirakan tertutup lautan lava," lapor NASA pada 26 Mei.


“Bayangkan jika Bumi jauh, jauh lebih dekat dengan Matahari. Begitu dekat sehingga satu tahun penuh hanya berlangsung beberapa jam. Begitu dekat sehingga gravitasi telah mengunci satu belahan bumi di siang hari yang membakar permanen dan yang lainnya dalam kegelapan tanpa akhir. Begitu dekat sehingga lautan mendidih, bebatuan mulai mencair, dan awan menghujani lahar.”


"Tidak ada yang seperti itu di tata surya kita," kata NASA.


Di antara hal-hal yang para ilmuwan harapkan untuk ditemukan adalah apakah planet ini "terkunci secara pasang surut, dengan satu sisi menghadap bintang setiap saat" atau jika ia berotasi dengan cara yang akan menciptakan siang dan malam.


Pandangan awal dari Teleskop Luar Angkasa Spitzer NASA yang kurang kuat menunjukkan sesuatu yang misterius sedang terjadi di 55 Cancri e, karena titik terpanas bukanlah bagian yang langsung menghadap bintangnya.


Satu teori adalah bahwa planet ini memiliki "atmosfer dinamis yang memindahkan panas," kata NASA.


Pandangan lain adalah 55 Cancri e berotasi untuk menciptakan siang dan malam, tetapi dengan hasil yang mengerikan.


"Dalam skenario ini, permukaan akan memanas, meleleh, dan bahkan menguap di siang hari, membentuk atmosfer yang sangat tipis yang bisa dideteksi Webb," kata NASA.


“Pada malam hari, uapnya akan mendingin dan mengembun membentuk tetesan lava yang akan menghujani kembali ke permukaan, menjadi padat lagi saat malam tiba.”


Teleskop Luar Angkasa James Webb diharapkan akan beroperasi penuh dalam "beberapa minggu" dan pengamatan pertamanya diharapkan hingga musim panas, kata NASA.


Teleskop ini mampu mendeteksi keberadaan atmosfer, kata para ilmuwan.


Tahun pertamanya (teleskop) akan dikhususkan untuk mempelajari 55 Cancri e dan planet pengap LHS 3844 b, untuk mencoba dan memahami "evolusi planet berbatu seperti Bumi," kata NASA.



Sumber: Miami Herald/beritasatu.com

Share:
Komentar

Berita Terkini