Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Mobil Pajero yang Dikemudikan ASN Ditabrak Kereta Api di Medan Barat

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 21 Juni 2022 - 17:12
kali dibaca
Ket Foto : Ket Foto : Kondisi Mobil Pajero Sport usai ditabrak kereta api di kawasan Medan Barat.


Mediaapakabar.com
Kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api kembali terjadi di Kota Medan. Kal ini kereta api menabrak mobil Pajero Sport di Jalan Budi Kemasyarakatan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Kapolsek Medan Barat Kompol Ruzi Gusman menjelaskan kejadian berlangsung pada Senin (20/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Ruzi menyebut mobil Pajero itu dikendarai oleh seorang ASN (aparatur sipil negara).


"Awalnya pengendara mobil berinisial M (berumur 39 tahun dan tidak ingin disebut namanya) yang merupakan ASN melintas dari Jalan Ampera lalu melintas di rel kereta api," katanya dikutip dari detikSumut, Selasa (21/6/2022).


Ruzi menyebut warga sempat meminta ASN yang mengendarai Pajero untuk berhenti. Namun, dia mengacuhkan itu. Sementara itu ada kereta api dari arah Kota Medan menuju Belawan akan melintas di rel tersebut. Alhasil, tabrakan pun tak terbendung.


Saat diinterogasi, Ruzi mengatakan ASN itu mengaku tidak melihat ada kereta api yang mau melintas. Bagian samping belakang sebelah kanan mobil M pun dihantam kereta api sampai terpental.


"Mobil M ini pun menabrak seorang pengendara sepeda motor bernama Heriandika (30) dan seorang warga bernama Edi (57). Korban mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Imelda. Untuk korban tewas tidak ada," ungkapnya.


Sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Diketahui di lokasi kerap kali terjadi kecelakaan lalu lintas. Pasalnya jalan di lokasi buruk dan tidak ada plang penanda kereta api akan melintas.


"Jadi anti kita akan mengirimkan surat permintaan kepada Wali Kota Medan untuk melakukan pengkajian ruas jalan yang terdapat perlintasan kereta api itu. Apakah masih boleh digunakan sebagai jalan atau hendaknya ditutup saja," sebutnya.


"Karena sudah sering terjadi kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan yang terlibat di sana. Jika keputusan wali kota tetap menggunakan jalan tersebut, maka hendaknya PT KAI membuat palang pintu di perlintasan tersebut agar kedepan tidak terjadi kembali hal serupa," tutupnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini