Menikmati Alam Tangkahan dari Bua Guesthouse

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 07 Juni 2022 - 23:55
kali dibaca
Ket Foto : Suasana asri, nyaman dan tenang serta jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, membuat sejumlah pengunjung enggan jauh dari Bua Guesthouse. Tempat yang dikelilingi hutan dan berada di pinggir sungai Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini membuat pengunjung ingin berlama-lama menikmatinya.

Mediaapakabar.com
Suasana asri, nyaman dan tenang serta jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, membuat sejumlah pengunjung enggan jauh dari Bua Guesthouse. Tempat yang dikelilingi hutan dan berada di pinggir sungai Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini membuat pengunjung ingin berlama-lama menikmatinya.

Owner Bua Guesthouse, Ridho Pamungkas dan istrinya Rahmaida Simbolon mengatakan, Bua di buka pada bulan Maret 2020, dan seminggu kemudian terjadi lockdown dikarenakan adanya virus Covid-19.


"Awal dibangunnya tempat ini sebelumnya karena sering bawa tamu ke daerah ini. Kemudian, kenal dengan seseorang yang membutuhkan uang untuk operasi bapaknya dan kami pun membeli tanah disini karena kami lihat cocok untuk dijadikan sebuah Guesthouse. Maka itu, tahun 2019 kami beli dan kami bangun," kata Ridho, Selasa (7/6/22).


Ridho menjelaskan, dia dan istrinya sangat tertarik beli tanah tersebut dan tujuannya untuk membuk guesthouse karena suasana yang aman, adem serta asri. Bahkan, ada aktivitas yang hanya di Tangkahan, seperti dekat dengan pemandian gajah, tracking. Tak hanya itu, seorang artis, Nicholas Saputra pun gencar mempromosikan wisata Tangkahan.


"Di Bua Guesthouse ini kami memberikan pelayanan yang terbaik, bahkan untuk harga permalam masih relatif murah," jelas Ridho.


Sang istri pun menuturkan,  bahwa Bua Guesthouse mempunyai 4 kamar, dimana 3 kamar berkonsep rumah pohon harganya Rp250.000/malam. Untuk 1 kamar berkonsep rumah kaca dengan harga Rp450.000/malam.


"Paling banyak tamu yang datang disaat weekend, kadang kami harus menolak beberapa tamu dikarenakan kamar sudah full, sehingga kami ada rencana untuk membangun 1 rumah lagi," ujar Rahmaida.


Untuk kapasitas rumah pohon maksimal 3 orang, dan kapasitas untuk rumah kaca 5 orang. Sedangkan untuk segmen pasar, lebih diutamakan wisatawan dari luar negeri, sebab wisatawan dari luar negeri sangat suka yang natural. Seperti mendengar suara bianatang jangkring, kodok dan suara air mengalir dari sungai.


"Saat ini ada 3 strategi pemasaran kita yakni pakai airbnb, bookingcom, dan traveloka. Dan yang paling banyak tamu menggunakan bookingcom dan instagram," kata Rahmaida.


Untuk menu makanan, Ridho mengatakan lebih pada khas menu umbut yakni makanan khas suku Karo, kemudian ikan jurung. Uniknya di Bua Guesthouse ini adalah dapat memakai dapur sesuka hati hanya menyewa Rp50.000 untuk dapat memasak apa saja.


"Dengan Rp50.000 tamu bebas masak apa saja dengan membawa perbekalan sendiri. Namun jika tamu menyewa semua Guesthouse kita, maka tidak perlu membayar uang dapur," ungkap Ridho.


Pasangan suami istri ini berharap dengan banyaknya penginapan yang ada di desa Sei Sialang, Tangkahan Langkat Sumut diharapkan pemerintah lebih membantu mereka soal infrastruktur dan soal sampah.


"Kami berharap infrastruktur dan sampah menjadi perhatian untuk Pemkab Langkat, agar wisata di sini makin rame dan Tangkahan semakin dikenal," pungkas Ridho dan istri. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini