Markus Horison dan Sultan Djorghi Masuk Kepengurusan Golkar Sumut

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 18 Juni 2022 - 15:32
kali dibaca
Ket Foto : Markus Horison dan Sultan Djorghi masuk menjadi pengurus Golkar Sumut.


Mediaapakabar.com
Golkar Sumut melakukan pergantian kepengurusan untuk sisa periode 2020-2025. Mantan kiper Timnas Markus Horison dan artis Sultan Djorghi masuk dalam kepengurusan.

Pembacaan surat keputusan (SK) pergantian kepengurusan ini dilakukan di Medan, Sabtu (18/6/2022). Sekretaris Golkar Sumut Datok H Ilhamsyah yang membacakan SK.


Dalan susunan kepengurusan itu ada sejumlah nama baru yang masuk, seperti Markus yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Energi dan Sumber Daya Alam, serta Sultan Djorghi sebagai Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya Golkar Sumut.


Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) mengatakan pergantian kepengurusan ini dilakukan untuk memperkuat struktur kepengurusan Golkar Sumut menghadapi Pemilu 2024.


"Untuk memenangkan ini, 2024 ini, kita harus juga melihat mana yang potensi-potensi," kata Ijeck dalam sambutannya saat acara.


Ijeck kemudian mengatakan soal target Golkar Sumut memiliki 2 juta kader. Dia menjelaskan Golkar Sumut terus melakukan langkah-langkah konsolidasi untuk meraih target itu.


"Pastinya kami secara internal konsolidasi partai terus kita lakukan baik tingkat provinsi, kabupaten, kota, sampai dengan tingkat kecamatan, desa kelurahan. Kita minta kawan-kawan seluruh kabupaten kota setiap daerah kita bebani dari jumlah daftar pemilih tetap yang ada yang lalu," ucapnya dikutip detikSumut.


Ijeck mengatakan pihaknya menargetkan meraih posisi Ketua DPRD Sumut di periode yang akan datang. Untuk kursi gubernur, akan dibahas setelah selesai masa jabatannya di November 2023 yang akan datang.


Terkait perombakan pengurus, Ijeck mengatakan tidak menutup kemungkinan akan kembali dilakukan. Hal ini, kata Ijeck, karena banyak yang ingin bergabung dengan Golkar Sumut.


"Tidak tertutup kemungkinan, revitalisasi bisa bergulir lagi karena bersyukur juga di luar kader partai Golkar yang menawarkan diri ingin bergabung dan berminat ingin bergabung," jelas Ijeck. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini