Keji! 3 Tahun Bekerja di Warung Kelontong, Gadis 19 Tahun Dijadikan Budak Sek Hingga Melahirkan

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 05 Juni 2022 - 02:36
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. (Net)

Mediaapakabar.com
Nasib malang menimpa seorang gadis berusia 19 tahun di Cengkareng, Jakarta Barat. Pasalnya, gadis remaja sebut saja Melati (nama samaran-red) dijadikan budak seks oleh majikannya hingga hamil. Kejinya lagi, usai dirinya melahirkan, bayi tersebut dijual.

Informasi dihimpun, Melati sudah bekerja pada majikannya berinisial S (52) sejak tiga tahun terakhir, menjaga warung kelontong dan kopi.

 

"Jadi awalnya pelaku dan korban sedang berdua di warung, lalu timbul hasrat pada pelaku. Pelaku mulai melecehkan hingga menyetubuhi korban," kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Ardie Demastyo di Jakarta, dikutip dari tribun-bogor, Sabtu, 04 Juni 2022.


Ironisnya, selama tiga tahun bekerja pada majikan, korban tidak diberi upah sedikitpun. "Korban ini tidak pernah digaji oleh majikannya selama tiga tahun tersebut," katanya.


Ia menyebut, korban jadi budak seks majikannya saat berusia sekitar 16 tahun. Korban hamil pada Juli 2021 namun korban budak seks ini tak mengadukan penderitaan yang dialami.


"Korban diancam jangan sampai cerita ke siapapun. Diancam, kalau cerita nanti dipukul dan lain sebagainya," kata dia.


Pada Maret 2022, korban melahirkan bayi perempuan. Semakin ironis, bayi yang baru lahir itu sudah lepas dari pelukan sang ibu karena dijual oleh sejumlah perantara.


"Setelah lahiran, bayi dijual. Menurut pengakuan, bayi dijual oleh teman ibunya dengan harga RP 10 juta. Rp 3 juta dibayar buat persalinan. Kabarnya memang sempat mau diadopsi," kata Ardhie.


Meski begitu, polisi masih menyelidiki soal keberadaan bayi tersebut. "Sampai saat ini Polsek Cengkareng masih pendalaman terkait keberadaan anak tersebut," kata dia.


Kejadian ini tidak pernah terungkap hingga akhirnya korban melahirkan seorang bayi perempuan pada Maret 2022.


"Korban ini tinggal sebatang kara. Baru berani cerita kepada pamannya setelah melahirkan. Pamannya pun datang ke Jakarta dan melaporkan ke sini," ujarnya.


Atas perbuatannya kepada anak di bawah umur, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda Rp5 miliar. (TC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini