Jokowi Tengahi Konflik Rusia-Ukraina, KMHDI Menilai Sangat Tepat

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:47
kali dibaca
Ket Foto: Presiden Jokowi menghadiri KTT G7 di Schloss Elmau, Jerman. Berikut momen akrab Jokowi bersama pemimpin negara lain di sela KTT G7 (Laily Rachev - Biro Pers Setpres)

Mediaapakabar.com
-Saat ini, Jokowi sudah berada di Jerman untuk menghadiri forum G7. Baru setelah itu, Jokowi akan menuju Ukraina bertemu Presiden Volodymyr Zelensky. Jokowi ingin mengajak Presiden Ukraina Presiden Zelensky membuka ruang dialog.

Ruang dialog itu dalam rangka perdamaian, untuk membangun perdamaian. Karena memang perang harus dihentikan. Jokowi juga akan menuju Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.


Pada kesempatan tersebut, Jokowi bakal meminta Putin menghentikan perang. Dengan misi yang sama, Jokowi akan mengajak Presiden Putin membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang.


Niat Indonesia ingin menengahi perdamaian Rusia-Ukraina dinilai sangat tepat. Karena konflik tersebut berdampak pada dunia. Khususnya negara-negara berkembang. Karena itu, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mendukung langkah Jokowi mendamaikan konflik di Eropa Timur itu.


KMHDI berharap upaya Jokowi mewujudkan perdamaian Rusia-Ukraina bisa berhasil. Karena, krisis pangan dan energi akibat perang tidak bisa dibiarkan tanpa penyelesaian. Bisa-bisa, Indonesia menjadi negara yang ikut rugi kalau konflik Rusia vs Ukraina tidak kelar-kelar juga.


KMHDI memandang Jokowi tengah membawa misi perdamaian dalam lawatannya ke Eropa, khususnya untuk menemui Presiden Ukraina dan Rusia. Ini sesuai dengan cita-cita Indonesia, yakni menciptakan perdamaian dunia tapi tetap tidak ikut dalam polarisasi konflik.


"Jika perang masih berlarut-larut, negara-negara berkembang akan sangat dirugikan. Untuk itu, upaya penyelesaian dan upaya mencari jalan perdamaian sangat penting dihadirkan," kata Ketua Presidium PP KMHDI I Putu Yoga Saputra dalam keterangan tertulisnya dikutip dari detikNews, Senin (27/6/2022).


Melalui kunjungan Presiden Joko Widodo, Indonesia menegaskan posisinya sebagai kekuatan positif yang mencoba membawa perdamaian di tengah polarisasi dunia akibat dinamika politik global.


"Tentu harapan kami setelah pertemuan dan dialog perdamaian berlangsung, memberi hasil dan dampak positif bagi Indonesia dan negara-negara berkembang. Seperti kita ketahui bahwa krisis akibat perang telah berefek domino pada krisis pangan dan energi," tutupnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini