Harga Ayam Kampung dari Malaysia Dibanderol Rp 758 Ribu, Warganet Tercengang!

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 07 Juni 2022 - 21:56
kali dibaca
Ket Foto : Ayam kampung dijual seharga Rp810.000 di Singapura. (NTUC FairPrice/Facebook)

Mediaapakabar.com
Sekantong ayam dari Malaysia yang dijual seharga 72,27 dolar Singapura (Rp758.000) oleh NTUC FairPrice telah membuat heran beberapa pembeli dan warganet. Hal ini mendorong klarifikasi dari jaringan supermarket yang akhirnya membuat masyarakat tidak percaya.

Sehari sebelum pelarangan ayam di Malaysia yang berlaku pada Rabu (1/6/2022), foto tas "SB Whole Chicken" dengan label FairPrice mulai beredar di dunia maya.


Dikemas pada 31 Mei 2022, tampak seperti seekor ayam dengan berat 3,212 kg dan dijual seharga 22,50 dolar Singapura (Rp236.000) per kg, dibandingkan dengan harga normal sekitar 4 dolar Singapura hingga 5 dolar Singapura (Rp42.000 hingga Rp52.000) per kg.


"Apakah ini kalkun?" tanya seorang netizen di sebuah thread di forum online Hardwarezone.


Warganet yang lain berspekulasi bahwa itu adalah tipuan. Mereka percaya bahwa foto itu direkayasa untuk memicu kontroversi di tengah kekurangan ayam, atau kesalahan timbangan, yang membuat supermarket mendapat kecaman pada Februari lalu.


Tetapi pada Kamis (2/6/2022) malam, FairPrice memasang posting-an di Facebook yang mengklarifikasi bahwa paket itu, pada kenyataannya, diberi label harga dengan benar.


Mereka menegaskan isi bungkusan itu tetap ayam yakni dua ayam utuh dari penjual daging premium Swiss Butchery. Swiss Butchery mengoperasikan konter di salah satu supermarket FairPrice.


"Gambar label produk adalah ayam kampung organik yang dijual di salah satu counter konsesi kami yang dioperasikan oleh Swiss Butchery. Produk ini dibanderol dengan harga 22,50 dolar Singapura (Rp236.000) per kg  sesuai tanggal kemasan label pada 31 Mei 2022, dan label produk juga menunjukkan berat produk lebih dari 3 kg karena 2 ayam utuh dikemas bersama, ditimbang dan diberi harga di bawah label yang sama," kata FairPrice dalam postingan tersebut.


"Kami berharap ini membantu menghilangkan kemungkinan kesalahpahaman yang mungkin ditimbulkan oleh gambar ini,” lanjutnya.


Tetapi beberapa jam setelah posting itu online, alih-alih menyelesaikan masalah, hal itu telah menimbulkan lebih banyak pertanyaan.


Pada pukul 22.20, empat jam setelah posting-an itu naik, unduhan itu telah mengumpulkan lebih dari 1.300 suka dan telah dibagikan 492 kali. Ini menjadi posting-an FairPrice yang jauh lebih tinggi daripada biasanya.


Netizen yang tidak senang ingin tahu mengapa ayam itu dijual dengan harga setinggi itu.


"Tidak ada kesalahpahaman di sini. Kami hanya dikejutkan dengan harga 22,50 dolar Singapura (Rp236.000) per kg untuk ayam kampung organik yang dijual di NTUC Fairprice," tulis pengguna Facebook Angela Lau dalam komentar di postingan tersebut.


Ini ayam kampung 22,5 dolar Singapura (Rp236.000) per kg betul? Saya tahu ayam kampung harusnya lebih mahal (mahal) tapi 22,5 dolar Singapura (Rp236.000) per kg itu gila-gilaan," komentar seorang Audrey Chen.


"Tapi ada juga yang lebih simpatik, seperti netizen Averil Chan. "Mengapa Anda (NTUC Fairprice) berutang penjelasan kepada publik? Yang mau beli tinggal beli loh. Yang tidak bisa abaikan loh,” ujarnya.


Ayam organik diketahui hanya diberi pakan organik, yang tidak boleh mengandung produk sampingan hewan, antibiotik atau biji-bijian hasil rekayasa genetika atau ditanam menggunakan pestisida atau pupuk kimia yang persisten. Selain itu, ayam kampung juga dibiarkan bebas berkeliaran, tanpa dikurung di kandang. (OC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini