BPJamsostek Medan Kota Harapkan Perusahaan Peduli Keselamatan Pekerja

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 01 Juni 2022 - 22:19
kali dibaca
Ket Foto : Direktur Pelayanan BPJamsostek, Roswita Nilakurnia. 

Mediaapakabar.com
Setiap pekerja tentunya wajib mendapatkan jaminan keselamatan kerja. Apalagi bagi pekerja dengan risiko yang bertugas di lapangan. 

Pasalnya, peristiwa kebocoran gas yang terjadi beberapa waktu lalu merenggut nyawa 2 orang pekerja yang mengakibatkan keduanya tewas karena diduga keracunan gas saat bekerja di dalam gorong-gorong yang terletak di kawasan Simpang Kayu Besar, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.


Kepala BPJamsostek Cabang Medan Kota, Aang Supono turut menyampaikan belasungkawanya bagi para korban dan keluarganya agar diberikan ketabahan dan kekuatan. 


"Kami berharap atas kejadian ini agar setiap perusahaan pemberi kerja lebih memperhatikan lagi terkait keselamatan kerja bagi pekerjanya," ujar Aang di Medan, Rabu (1/6/2022).


Pasca kejadian tersebut, Layanan Cepat Tanggap (LCT) BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) secara sigap melakukan koordinasi dengan perusahaan dan pihak terkait. Hasil dari penelusuran tersebut telah dipastikan bahwa korban atas nama Sumadi dan Risdian Syahidin merupakan peserta aktif dan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.


Sebelumnya, Direktur Pelayanan BPJamsostek, Roswita Nilakurnia menyatakan  masing-masing ahli waris berhak atas manfaat JKK sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, biaya pemakaman, manfaat Jaminan Pensiun (JP) berupa uang tunai yang dibayarkan setiap bulan atau sekaligus, serta seluruh dana JHT yang dimiliki korban. Selain itu jika korban memiliki anak yang masih menempuh pendidikan, BPJamsostek akan memberikan manfaat beasiswa bagi 2 orang anak dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal Rp174 juta.


"BPJamsostek berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal agar seluruh manfaat yang merupakan hak ahli waris ini dapat diterima secepatnya, sehingga dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Roswita.


Menurut Roswita, kasus kecelakaan  kerja semacam ini sering terjadi, hal ini menandakan bahwa risiko kerja dapat terjadi kapan dan di mana saja. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pekerja untuk memastikan dirinya terdaftar sebagai peserta BPJamsostek sehingga terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan kematian. 


“Dari kejadian ini patut kita jadikan pelajaran agar kita selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja dan tentunya melindungi diri dengan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga kita dapat bekerja dengan tenang,” tutur Roswita.


Lebih lanjut, Aang Supono menambahkan, setiap pekerjaan tentu memiliki resiko terjadinya kecelakaan. Maka itu, sudah menjadi hal terpenting setiap pekerja memiliki jaminan perlindungan sosial.


"Kami pun berharap dengan santunan yang telah diberikan nantinya dapat dimanfaatkan oleh keluarga korban dengan sebaik-baiknya," pungkas Aang. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini