Warning! 3 Bulan Lagi, Petani Kelapa Sawit Terancam Bangkrut akibat Larangan Ekspor CPO

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 15 Mei 2022 - 15:52
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. Petani kelapa sawit terancam bangkrut dalam tiga bulan bulan ke depan. Dewan Pakar DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Purwadi mengatakan, petani kelapa sawit kesulitan akibat adanya larangan ekspor crude palm oil (CPO).

Mediaapakabar.com
Petani kelapa sawit terancam bangkrut dalam tiga bulan bulan ke depan. Dewan Pakar DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Purwadi mengatakan, petani kelapa sawit kesulitan akibat adanya larangan ekspor crude palm oil (CPO).

"Petani pasti akan bangkrut paling lama tiga bulan dan ini akan berdampak sampai dua tahun ke depan," ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, dikutip dari okezone.com, Minggu, 15 Mei 2022.


Purwadi menjelaskan kebangkrutan petani itu disebabkan oleh bergantungnya petani kepada perusahaan kelapa sawit (PKS). Sebab, hasil panen yang didapatkan di perkebunan nantinya akan diolah oleh Perusahaan.


"Petani itu kan harus panen, yang artinya dalam dua minggu harus panen, Kalau sudah dipanen, itu 24 jam harus diproses, karena kalau tidak kualitasnya turun," ujarnya.


Sementara, menurutnya ketidakpastian kapan berakhirnya larangan CPO ini, mengakibatkan perusahaan kelapa sawit (PKS) akan coba mengurangi pembelian, bahkan bisa sampai menghentikan pembelian kepada petani kelapa sawit.


"Kalau begitukan kita (petani) bergantung kepada perusahaan kelapa sawit," katanya.


Menurutnya, hal ini akan berdampak terhadap daya tahan petani dalam menanam kelapa sawit.


"Daya tahan petani untuk ini (produksi), saya kira cuma sebulan, ibarat itu petani sudah pingsan, karena tidak bisa panen dan tidak bisa memelihara tanaman sawit," ungkapnya.


Dia menilai tanaman kelapa sawit itu mempunyai karakter, jadi jika tidak dipupuk dan dipelihara produksinya akan menurun dua tahun ke depan. (OC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini