Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

TNI AL Tangkap Kapal Bermuatan 34 Kontainer Minyak Goreng di Belawan

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 06 Mei 2022 - 23:58
kali dibaca

Ket Foto : Laksamana Madya Agung Prasetiawan memberikan keterangan di Belawan. (RMOLSumut)



Mediaapakabar.com
Kapal patroli milik TNI AL menangkap kapal angkut kontainer berisi minyak goreng yang akan dikirim ke luar negeri. Selain menangkap anak buah kapal dan nahkoda, petugas menemukan 34 kontainer berisi minyak goreng siap kirim. 

"Penangkapan ini diawali dengan informasi dari intelijen pangkalan yaitu dari Lantamal 1 Belawan, yang ditindak lanjuti oleh unsur-unsur Puskamla Koarmada I ditindaklanjiti oleh unsur-unsur KRI yaitu KRI Karotang 872 di bawah kendali Puskamla Koarmada I yang dalam hal ini adalah berhasil menangkap MV Mathu Bhum berbendera Singapore," kata Pangkoarmada RI Laksdya Agung Prasetiawan di Belawan, dilansir detikSumut, Jumat (6/5/2022).


Agung mengatakan kapal itu diamankan saat berlayar dari Belawan menuju Port Klang, Malaysia. Kapal itu diduga mengangkut 34 kontainer berisikan RBD Palm olein.


"Pada saat itu berlayar dari Belawan menuju Port Klang Malaysia. MV Mathu Bhum itu telah membawa beberapa muatan kontainer yang di antaranya terdapat 34 kontainer berisikan RBD Palm Olein," sebut Agung.

 

Agung menyebutkan bahan yang diangkut oleh kapal itu merupakan jenis bahan dilarang sementara waktu untuk diekspor. Pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng ini dikeluarkan oleh pemerintah.


"Di mana hal tersebut merupakan bahan yang merupakan jenis dilarang sementara untuk diekspor," sebut Agung.


Agung menuturkan, penangkapan itu dilakukan pada 4 Mei 2022. Kapal tersebut lalu ditindaklanjuti oleh Lantamal I.


"Tindakan yang dilakukan oleh TNI AL pada dasarnya sudah sesuai dengan tugas TNI AL dalam penegakan hukum di laut dan menindaklanjuti Instruksi Presiden RI yang melarang ekspor minyak goreng dan CPO dengan turunannya yang akhir-akhir ini dirasakan langka di pasaran sebagaimana kemudian diterbitkan juga Peraturan Menteri Perdagangan yaitu Permendag No 22 tahun 2022, tanggal 27 April 2022 tentang larangan sementara ekspor CPO dan turunannya," jelasnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini