Terbukti Jual Alat Tidak Sesuai Standar Nonton Liga Inggris, Wanita Ini Divonis Percobaan

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 24 Mei 2022 - 19:43
kali dibaca
Ket Foto : Terdakwa Veronica saat mendengarkan putusan di ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan terdakwa Veronica dengan hukuman percobaan. Warga Dusun XIV Jalan Medan-Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang ini terbukti menjual alat yang tidak sesuai standar untuk menonton Liga Inggris.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 bulan dengan masa percobaan 6 bulan. Dengan ketentuan, pidana tersebut tidak perlu dijalani apabila tidak melakukan tindak pidana," ujar majelis hakim yang diketuai Oloan Silalahi, Selasa (24/5/2022).


Majelis hakim berpendapat, bahwa perbuatan terdakwa Veronica telah memenuhi unsur melanggar Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.


"Yakni telah melakukan memperdagangkan barang yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan," cetus hakim.


Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Veronica maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra menyatakan pikir-pikir apakah menerima atau mengajukan banding.


Putusan tersebut berbeda dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra yang sebelumnya menuntut Veronica dengan pidana penjara selama 4 bulan.


Dalam dakwaan JPU Kharya Saputra, Veronica disebut memasarkan alat tidak sesuai standar kepada konsumen melalui aplikasi Shopee online.


"Sehingga warga bisa menonton siaran pertandingan sepak bola Liga Inggris (Premier League) lewat jaringan internet musim kompetisi 2019/2020, 2020/2021 dan 2021/2022," ujar JPU.


Namun, terdakwa tidak memiliki kerjasama atau tidak memperoleh izin dari PT Global Media Visual (Mola TV) untuk dapat menayangkan atau menjual Set Top Box/Android Tv Box.


Dengan membeli alat tersebut, warga dapat menikmati siaran pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris pada tiga musim kompetisi di wilayah Indonesia dan Timor Leste.


"Akibat perbuatan terdakwa, PT Global Media Visual (MOLA TV) selaku pemilik hak siar Liga Inggris menderita kerugian materil sebesar Rp3.700.000 dan immateriil sebesar Rp 10 miliar," pungkas JPU Kharya Saputra. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini