Selama Idul Fitri, Perputaran Uang di Sumut Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 08 Mei 2022 - 22:38
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Perputaran uang di Sumatera Utara (Sumut) selama Ramadan dan Idul Fitri sangat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Gambaran kemacetan parah ke arah Berastagi atau tujuan wisata lain seperti Danau Toba dan kepadatan pengunjung ke sejumlah destinasi wisata lainnya menjadikan ekonomi Sumut tengah berputar lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, gambaran tersebut ditambah lagi tidak ada penyekatan ataupun pembatasan kegiatan masyarakat di tahun ini. 


Bank Indonesia Sumut sebelumnya menyatakan bahwa akan menyediakan uang sebesar 5,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.


Dengan angka sebesar itu saja saya melihat ekonomi Sumut di kuartal kedua 2022 tahun ini bisa digenjot hingga 7 persen.


"Jika mengacu kepada jumlah penduduk Sumut yang beragama Islam sekitar 10 juta jiwa. Dimana mereka semua merayakan Idul Fitri. Jika pengeluaran rata-rata selama perayaan Idul Fitri berkisar 300 hingga 500 ribu per orang, maka akan ada sekitar uang sebanyak 5 triliun yang dibelanjakan. Uang tersebut bisa mengalir ke banyak sektor usaha seperti pariwisata, makan dan minuman, transportasi, dan masih banyak lagi tentunya," katanya di Medan, Minggu (8/5/2022).


Gunawan menjelaskan, jumlah tersebut belum mempertimbangkan warga non muslim di wilayah Sumut yang memanfaatkan liburan panjang tahun ini untuk berwisata. Artinya, masih akan ada lebih banyak lagi kantong-kantong uang yang siap dibelanjakan di Sumut.


Bahkan, distribusi  kekayaan juga akan mengalir ke wilayah-wilayah atau daerah yang ada di luar pusat bisnis seperti Kota Medan. Hal tersebut bisa dilihat dari mobilitas warga di sejumlah wilayah di luar Kota Medan yang mengalami peningkatan tajam selama Idul Fitri. 


Kepadatan pengendara ditambah kemacetan yang tidak biasa di sejumlah titik keramaian di luar kota medan menjadi indikasi kuat bahwa ekonomi di luar wilayah Medan turut bergeliat.


"Saya yakin Idul Fitri tahun ini akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun ini. Sayangnya Idul Fitri tahun ini belum didukung sepenuhnya oleh pemulihan ekonomi masyarakat. Ditambah lagi ada lompatan laju tekanan inflasi Sumut belakangan ini," jelasnya.


Disisi lain, peningkatan harga komoditas dunia khususnya CPO belakangan ini juga turut menjadi pemicu membaiknya daya beli masyarakat khususnya di kalangan petani, dan pelaku usaha sawit. Meskipun menjelang Idul Fitri harga sempat anjlok, namun dia yakin hal tersebut hanya berlangsung sesaat. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini