Sanksi CPNS Mengundurkan Diri: Tak Bisa Melamar, Denda Rp100 Juta

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 27 Mei 2022 - 11:05
kali dibaca
Ket Foto : CPNS yang mengundurkan diri terancam tidak bisa melamar untuk satu periode berikutnya dan denda hingga Rp100 juta.

Mediaapakabar.com
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat terdapat 105 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang memutuskan mengundurkan diri per 20 Mei 2022 setelah lolos seleksi pada 2021. Adapun, data BKN menyatakan total CPNS yang lolos seleksi sebanyak 112.514 orang.

Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BKN Satya Pratama sejumlah alasan para CPNS mengundurkan diri, antara lain tidak cocok dengan gaji, tidak termotivasi, hingga masalah penempatan.


"Tentu mereka akan dikenakan berbagai sanksi," kata Satya dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (27/5/2022).


Adapun sanksi yang akan dikenakan pada CPNS yang mengundurkan diri, yaitu:


1. Pasal 54 ayat 2 Permen PANRB No 27 tahun 2021 dijelaskan, pelamar yang telah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapatkan persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri, maka akan dikenai sanksi.


Sanksi yang diberikan, yakni tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya.


2. Pengumuman Kementerian Luar Negeri Pengumuman/00008/KP/11/2019/24/03 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Luar Negeri Tahun Anggaran 2019, poin X nomor 10. Bagi pelamar Kementerian Luar Negeri yang mengundurkan diri harus membayar sanksi sebesar Rp50 juta.


3. Pengumuman Nomor 01/PANSEL-CPNS/11/2019 tentang seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian PPN / Bappenas tahun Anggaran 2019, poin VII nomor 4. Bagi pelamar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia yang mengundurkan diri harus membayar sanksi senilai Rp35 juta.


4. Pengumuman Nomor: Peng-11/XI/2019 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Intelijen Negara tahun Anggaran 2019, dijelaskan Denda sebagai penerimaan bukan pajak, akan diberlakukan bagi pelamar yang:


a. Dinyatakan lulus kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp 25 juta.


b. Telah diangkat sebagai CPNS kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp50 juta.


c. Telah diangkat menjadi CPNS dan telah mengikuti Diklat Intelijen tingkat dasar dan diklat lainnya kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp 100 juta.


Ia mengatakan pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan menjelaskan ketentuan serta syarat bagi pelamar CPNS.


Untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang, pihaknya akan menyiapkan sanksi yang lebih tegas lagi.


"Kami rencananya ke depan perlu diperlama lagi. Yakni tidak boleh ikut seleksi CPNS selama 5 tahun ke depan. Kita akan mengusulkan seperti itu. Mudah-mudahan supaya nggak merugikan lagi. ASN kan itu bukan ajang coba-coba," tandasnya. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini