Polsek Panei Tonga Evakuasi Korban Tewas Terbakar di Dalam Truk Pengangkut Pisang

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 28 Mei 2022 - 23:56
kali dibaca
Ket Foto : Truk Pengangkut Pisang terbakar.

Mediaapakabar.com
Pihak Kepolisian Resor Simalungun melalui Personel Polsek Panei Tonga melaksanakan penanganan dan evakuasi terhadap korban serta pengecekan TKP terbakarnya truk pengangkut pisang, di Jalan Besar Saribudolok Km 10-11 Kelurahan Panei, Kabupaten Simalungun. Sabtu (28/5/2022) sekira pukul 11.30 WIB.

Kapolres Simalungun Akbp Nicolas Dedy Arifianto melalui Kapolsek Panei Tonga Akp Hilton Marpaung membenarkan informasi tentang kejadian tersebut.


"Pihak Kepolisian sudah melaksanakan evakuasi terhadap korban, dan juga mendatangkan TIM Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP," ucap Kapolsek.


Lebih lanjut melalui Paur Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun Aipda Sujid Saputra saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ada dua korban yang meninggal dunia dalam peristiwa ini yaitu Rio Juwanda Alias Wanda (20) dan Satria (25) yang keduanya merupakan warga Desa Serbananti Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai.


"Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan beberapa saksi bahwa api berasal dari puntung rokok yang lalai dibuang sembarangan," kata Sujid.


Dari keterangan saksi yang berinisial PR mengatakan bahwa dirinya melihat Rio telah menghisap Rokok lalu setelah habis rokok tersebut puntungnya dilemparkan ke belakang, akan tetapi apinya belum mati lalu beberapa menit kemudian saksi dan korban melihat ada yang terbakar di bagian belakang yang diduga akibat puntung rokok tersebut.


Sehingga saksi bersama-sama dengan korban berusaha untuk memadamkan akan tetapi api semakin besar dan kemudian korban dan saksi berusaha untuk menyelamatkan diri.


Dengan cepat kobaran api membakar dan menghanguskan seluruh bagian truk, pengemudi truk dan dua penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan mengalami luka bakar serius, sedangkan Rio terjebak di dalam bak truk tidak bisa menyelamatkan diri hingga tewas terbakar, sedangkan korban luka bakar serius yakni pengemudi Zainal Purba dan dua penumpang Ekron dan Yudha sedangkan korban Satria meninggal dunia di Rumah Sakit.


"Guna evakuasi Pihak Kepolisian langsung membawa korban yang kritis dan yang sudah meninggal dunia  ke Rumah Sakit Djasamen Saragih Pematangsiantar serta langsung menghubungi pihak keluarga korban," jelas Aipda Sujid.


"Dapat kami jelaskan bahwa, dari pihak keluarga korban meminta dan bermohon agar tidak jadi dilakukan visum dan autopsi sebab pihak keluarga sudah bermusyawarah dengan seluruh keluarga yang berada di Kampung.


Bahwasanya mereka/seluruh keluarga sudah dapat menerima kenyataan korban telah meninggal dunia dikarenakan musibah kebakaran, sebelum diserahkan kepada Pihak keluarga korban, juga sempat menyaksikan pada saat dibersihkan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat perbuatan pidana pada tubuh korban.


"Selanjutnya pihak keluarga bersedia untuk membuat surat pernyataan tidak keberatan dan tidak dilakukan otopsi dan visum terhadap mayat kedua korban," pungkasnya. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini