PLN Harap Korban Penipuan di Medan Baru Lapor Polisi

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 30 Mei 2022 - 13:28
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi meteran listrik. (Antara)

Mediaapakabar.com
Aksi penipuan diduga dilakukan oknum mengaku petugas PLN di Jalan Pembangunan, Kecamatan Medan Baru, Medan viral di media sosial. PLN berharap korban melaporkan peristiwa itu ke aparat penegak hukum.

"Kami harap korban segera lapor ke polisi," ujar Humas PLN Unit Induk Wilayah Sumut Yasmir dikutip dari detikSumut, Senin, 30 Mei 2022.


Yasmir menegaskan PLN tidak pernah menjual penutup meteran kepada pelanggan. Sehingga dia memastikan pelaku bukan dari PLN.


"Saya pastikan itu adalah oknum. Karena PLN nggak pernah jual penutup meteran. Malahan kwh meter itu dilarang ditutup karena akan menghalangi petugas untuk melakukan pembacaan atau pemeriksaan," katanya.


Yasmir mengimbau agar masyarakat tidak percaya kepada oknum yang menawarkan barang dengan mengatasnamakan PLN. Sebab, segala informasi terkait produk dan layanan PLN dapat diakses pada web resmi www.pln.co.id.


"Tindakan kami, hanya mengimbau warga, jangan bertransaksi apapun, kepada siapa pun yang mengatasnamakan PLN. Saat ini semua layanan PLN dapat dilakukan secara online melalui HP/gadget dengan aplikasi PLN Mobile," tutupnya


Sebelumnya, peristiwa penipuan diduga oleh oknum yang mengaku petugas PLN terjadi di Jalan Pembangunan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Korbannya yakni seorang mahasiswi Universitas HKBP Nommensen bernama Jesaya Nababan.


Peristiwa yang dialami Jesaya itu dicurahkan ke media sosial, kemudian postingan tersebut viral. Jesaya menceritakan peristiwa yang dialaminya.


Kata dia, Sabtu (28/5/2022) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB adiknya yang menjaga usaha minuman di daerah Universitas Sumatera Utara didatangi oleh oknum mengaku petugas PLN. Selanjutnya oknum petugas itu menawarkan kotak penutup meteran listrik yang katanya wajib dibeli.


"Pelaku menawarkan produk yang katanya diwajibkan oleh pihak PLN untuk dibeli. Pelaku juga menunjukkan kertas yang ada logo PLN serta nomor meteran," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (29/5/2022).


Jesaya menyebut pelaku sempat bersikeras menghalangi adiknya yang saat itu ingin menghubunginya. Merasa terdesak, adiknya pun membayar kepada pelaku senilai Rp 300 ribu.


"Kalau untuk melapor ke polisi sejauh ini tidak. Karena sepertinya agak ribet nanti," pungkasnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini