Parah! 2 Oknum Hakim di PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 25 Mei 2022 - 11:19
kali dibaca
Ket Foto : Kepala BNNP Banten Brigjen Hendri Marpaung mengatakan, penangkapan terhadap oknum Hakim PN Rangkasbitung usai tim pemberantasan menerima informasi. (iNews.id)

Mediaapakabar.com
Oknum Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, Banten ditetapkan tersangka usai kedapatan nyabu. Mereka adalah YR dan DA berprofesi sebagai Hakim, serta RASS seorang PNS di PN Rangkasbitung. Selain itu, ada pembantu rumah tangga berinisial H yang turut ditangkap.

Ketiganya ditetapkan tersangka usai ditangkap 17 Mei 2022 lalu dan diperiksa oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten. Selain itu, para tersangka juga terbukti positif menggunakan sabu setelah dilakukan tes urine.


Kepala BNNP Banten Brigjen Hendri Marpaung mengatakan, penangkapan terhadap oknum Hakim PN Rangkasbitung usai tim pemberantasan menerima informasi akan ada pengiriman narkotika dari Sumatera menuju Provinsi Banten.


Usai melakukan penyelidikan, tim pemberantasan melakukan kontrol dan delivery perjalanan terhadap barang-barang agar sampai kepada penerima sesungguhnya. Hingga akhirnya melakukan penangkapan.


"Bahwa yang kita lakukan itu benar adanya, kita mengamankan 3 orang oknum pegawai negeri yang saat ini sedang kita lakukan pemeriksaan secara intensif dan 1 orang swasta yaitu pembantu rumah tangga. Berarti 4 orang yang kita amankan," katanya saat ditemui di Kantor BNNP Banten, dikutip dari Sindonews.com, Senin (23/5/2022).


Dijelaskan, saat ini status Hakim dan pegawai PN Rangkasbitung sudah terperiksa dan telah ditetapkan tersangka. "Saat ini kita sedang lakukan pendalaman dan kita lakukan penetapan sebagai tersangka dan sebagai terperiksa," terangnya.


Dari penangkapan itu, tim BNNP Banten berhasil menyita 20,634 gram sabu, 3 buah alat hisap atau bong, 2 buah pipet. Baca Juga: Pelaku Menembak Briptu Khairul Candra Saat Tahu Anaknya Digerebek gara-gara Narkoba.


Para tersangka itu dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 12 ayat 2 JO Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (SC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini