Menjawab Keluhan Guru Honorer yang Was-was 'Dibuang' Sekolah, Kadisdik Kota Medan Lakukan Pemetaan

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 23 Mei 2022 - 15:25
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan, terkait keluhan sejumlah guru honorer yang khawatir 'dibuang' pihak sekolah karena kehadiran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Laksamana menyebut, pihaknya tengah melakukan pendataan ulang guru honorer dan PPPK yang baru saja lulus.


"Saat ini guru PPPK belum ada yang masuk, semuanya masih dalam pemberkasan. Sehingga guru honor ini sebenarnya masih sangat aman dan tetap bisa mengajar seperti biasanya," kata Laksamana, dikutip dari tribun-medan.com.


Ia mengatakan, walaupun nanti yang lulus PPPK ini sudah mulai mengajar, maka guru honorer ini akan dipindahkan ke sekolah yang memang kekurangan tenaga pendidik.


"Jadi tidak ada yang mencari sekolah sendiri, semuanya lagi dalam proses pemetaan ulang. Dan enggak mungkin yang ada sekarang ini pindah. Bisa-bisa proses belajar mengajar di sekolah jadi acak-acakan," tegasnya.


Untuk tempat mengajar guru honorer nantinya, dikatakan Laksamana, akan di floating melalui pemataan ulang.


"Nanti kami akan floating, makanya saya minta seluruh kepala sekolah jangan menekan guru honorer untuk mencari sekolah baru. Dan guru honorer diharapkan tetap sabar dan tenang, serta ikuti arahan dari Dinas Pendidikan saja jika ada Kepsek yang mengancam pindah maka segera laporkan ke kami, agar Kepseknya kami peringati," jelasnya.


Laksamana juga menjelaskan bahwa saat ini Dinas Pendidikan Kota Medan menerima 2776 tenaga guru melalui jalur PPPK.


"Pemberkasan yang sudah selesai itu baru 623 orang dan 1055 peserta lagi masih dalam proses pemberkasan dan masih ada 559 peserta masih verifikasi data kelulusan, nah ini semua belum diresmikan mengajar di tempat kelulusannya," tukasnya. (TBC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini