Ketua TP-PKK Sumut Buka Bimtek Sekolah Ramah Anak, Dorong Perencanaan Program Sekolah Partisipatif di Kabupaten/Kota

Media Apa Kabar
Selasa, 31 Mei 2022 - 09:49
kali dibaca
Foto: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis didampingi Kadis Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Nurlela menghadiri sekaligus membuka acara Penguatan & Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Anak Melalui  Penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sumut, di Grand Aston CityHall, Jalan BalaiKota, Medan, Senin (30/05).

Mediaapakabar.com
- Ketua TP PKK Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis menyampaikan sekolah ramah anak (SRA) merupakan satuan pendidikan formal, non formal dan informal yang mampu memenuhi hak dan perlindungan khusus, termasuk mekanisme pengaduan untuk penanganan kasus di satuan pendidikan. Karena itu, diperlukan upaya menciptakan suasana kondusif dan paritisipatif agar peserta didik merasa nyaman.

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis saat membuka kegiatan Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Anak, Dalam Bentuk Bimbingan Teknis Sekolah Ramah Anak, Tentang Konvensi Hak Anak Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, di Hotel Grand Aston Medan, Senin (30/5). Hadir antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela, narasumber Faisal Cakra Buana dan para kepala dinas kabupaten/kota.

Faktor penting yang perlu diperhatikan pihak sekolah, kata Ketua TP-PKK Sumut, adalah partisipasi aktif anak terhadap berbagai kegiatan yang diprogramkan, sesuai kebutuhan. Jika suasana tersebut dapat tercipta, maka kondusivitas lingkungan akan mendukung tumbuh kembang potensi anak karena keleluasaan berekspresi.

Saat ini, lanjut Nawal, dari 28.590 sekolah di semua tingkatan, mulai dari PAUD hingga SLTA, baru 1.956 sekolah di Sumut yang diinisiasi sebagai sekolah ramah anak (6,84%). Sehingga dibutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat, yang sejatinya menjadi pendidikan terdekat. Lingkungan yang mendukung, akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak.

“Sekolah memiliki peran penting dalam pemenuhan hak anak atas pendidikan, sehingga penyelenggaraan sekolah ramah anak yang merupakan indikator kabupaten/kota layak anak, harus dilakukan proaktif,” sebutnya.

Perlindungan terhadap potensi kekerasan, sebut saja Nawal, harus dapat diberikan oleh pengelola sekolah, termasuk lingkungannya. Untuk itu perlu dibangun persepsi sekolah ramah anak dengan menciptakan suasana belajar dan pembelajaran yang tepat guna.

“Melalui kegiatan ini saya minta penyelenggara pendidikan di sekolah dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemenuhan hak anak. Dan kepada narasumber, saya berharap dapat menularkan ilmu serta pengalaman yang didapat selama ini,” pungkas Nawal Lubis, yang selanjutnya membuka acara secara resmi.

Usai membuka, Nawal juga sempat mengikuti materi yang disajikan oleh narasumber, seperti bagaimana cara berpikir kepada anak, dapat mempengaruhi sifat keturunannya. Sehingga disarankan untuk tidak berlaku dan berkata kasar kepada anaknya. (MC/RED)
Share:
Komentar

Berita Terkini