Kejati Sumut Tuntut Ringan Napi Kendalikan 5 Ribu Butir Ekstasi, Hakim Diminta Jatuhkan Hukuman Maksimal

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 12 Mei 2022 - 01:22
kali dibaca
Ket Foto : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tiorida Hutagaol saat bersidang di Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Sumatera Utara (Sumut) Sastra SH MH mengaku sangat kecewa atas tuntutan ringan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut Teorida Hutagaol dan Sri Hartati kepada 5 terdakwa perkara 5.000 butir ekstasi.

Menurut Sastra, tuntutan yang diberikan JPU dari Kejati Sumut itu tidak menimbulkan efek jerah terhadap para terdakwa, apalagi satu diantara lima terdakwa merupakan Narapidana Lapas Tanjung Gusta Medan.


Seharusnya, kata Sastra, jaksa yang mewakili negara, tidak melakukan kewenangannya untuk memberikan tuntutan yang maksimal, itu kan dibenarkan oleh Undang-undang.


"Jadi, GRANAT Sumut sangat kecewa dengan tuntutan 11 dan 10 tahun penjara yang diberikan JPU. Kami meminta kepada Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Sumut untuk melakukan pemeriksaan kepada jaksa yang diduga melakukan penyimpangan," tegasnya ketika dimintai tanggapannya, Rabu, 11 Mei 2022.


Ia berharap agar aparat penegak hukum baik itu Kepolisian maupun Kejaksaan serta Pengadilan harus betul-betul menegakan hukum yang benar.


"Jadi, kami meminta majelis hakim nantinya menjatuhkan hukuman yang maksimal kepada 5 terdakwa agar ada efek jerah," pungkasnya.


Terpisah, JPU Tiorida Hutagaol ketika dimintai tanggapannya terkait pertimbangan atas tuntutan itu mengatakan bahwa terdakwa Edy Syahputra merupakan Napi.


"Yang 11 tahun itu, Napi. Sementara 4 terdakwa lainnya yang dituntut 10 tahun karena belum sampai menjual narkotika tersebut," pungkasnya ketika dikonfirmasi wartawan.


Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Hartati dan Tiorida Hutagaol, beberapa waktu lalu menuntut ringan lima terdakwa perkara 5.000 butir ekstasi, dari lima terdakwa, satu diantaranya merupakan Narapidana (Napi) Lapas Tanjung Gusta Medan. 


Edy Syahputra dituntut 11 tahun penjara dan keempat terdakwa lainnya masing-masing dituntut JPU Tiorida Hutagaol dengan pidana penjara selama 10 tahun.


Adapun empat terdakwa yakni, Muhammad Faizal alias Agam, Dodi Sutan Sahi Alam Pohan, Muhammad Morganda Tampubolon dan Mulia Jaka Kusuma. 


Kelima terdakwa dinilai melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. 


Mengutip surat dakwaan, kasus ini bermula pada 31 Oktober 2021, ketika personil BNNP Sumut menerima informasi dari masyarakat memberitahukan bahwa akan terjadi transaksi jual beli narkotika di sekitar Jalan Abdul Sani Muthalib Medan Marelan tepatnya di Kafe Vespa.


Berdasarkan informasi tersebut, kemudian pada Minggu tanggal 31 Oktober 2021 sekira pukul 18.00 WIB personil melakukan penyelidikan ke tempat yang dimaksud, dan sesampainya di tempat tersebut, saksi melakukan penangkapan terhadap 4 terdakwa Muhammad Faizal alias Agam, Dodi Sutan Sahi Alam Pohan, Muhammad Morganda Tampubolon dan Mulya Jaka Kusuma.


Sewaktu dilakukan penangkapan, disita barang bukti narkotika jenis ekstasi sebanyak 5 ribu butir. Setelah di introgasi, Muhammad Faisal alias Agam menerangkan bahwa ekstasi tersebut, adalah suruhan terdakwa Edy yang mengarahkan melalui handphone, yang mana Muhammad Faisal akan mendapatkan upah dari terdakwa Edy.


Atas rujukan dari Muhammad Faisal  selanjutnya saksi BNNP Sumut  melakukan penangkapan terhadap terdakwa pada hari Senin tanggal 15 November 2021 di Lapas Tanjung Gusta Medan. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini