Kakek 78 Tahun di Bantaeng Sulsel Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 21 Mei 2022 - 13:05
kali dibaca
Ket Foto : Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Komang Suartana. (VIVA.co.id)

Mediaapakabar.com
Seorang kakek bernama Nuru Saali (78) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas saat dipergoki mengambil limbah nikel di area tambang.

Pria lanjut usia (lansia) itu dilaporkan tewas lantaran diduga telah dianiaya oleh 3 orang polisi dan 2 sekuriti dari PT Huady Nikel Alloy di Papan Loe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.


Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana mengatakan, bahwa saat ini Propam Polda Sulsel tengah memeriksa 3 oknum polisi yang memergoki korban ini hingga tewas. Sementara dua sekuriti dari perusahaan itu juga sementara ditahan di Polres Bantaeng.


"Benar saat ini, ada tiga anggota yang diperiksa oleh Propam. Dan dua dari Satpam diperiksa juga oleh Satreskrim Polres Bantaeng," ungkap Komang dikutip dari VIVA.co.id, Sabtu, 21 Mei 2022.


Komang menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban masuk ke area perusahaan itu bersama rekannya Mujahid (51) untuk mengambil limbah nikel.


Saat sedang mengambil limbah itu, tiba-tiba mereka dipergoki tiga oknum polisi ini dan petugas keamanan perusahaan. Disitu sontak korban kaget dan lari bersama rekannya tapi malah terjatuh dan meninggal di tempat.


"Jadi mereka dipergoki ambil limbah nikel jenis slag di perusahaan itu. Korban yang sudah berumur ini kemudian mencoba lari dan akhirnya jatuh. Setelah di cek ternyata sudah meninggal dunia," beber Komang.


Selain memeriksa 3 oknum polisi itu, Komang juga menyebut jika pihaknya  telah menyita sejumlah barang bukti. Hanya saja, Komang belum mau membeberkan barang bukti apa saja yang dimaksud.


"Kalau barang bukti ada yang disita," katanya.


Hingga kini, tiga anggota polisi dan dua satpam tambang itu masih menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengungkap pasti penyebab kematian kakek Nuru.


"Masih didalami. Nanti hasil pemeriksaan baru kita beberkan lagi," tegas Kombes Komang. (VC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini