Harga Pangan Alami Tren Kenaikan, Sumut Dihantui Inflasi

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 23 Mei 2022 - 18:19
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Sejumlah harga kebutuhan pangan masyarakat kembali melanjutkan tren kenaikan. Cabai merah yang sebelumnya telah mengalami kenaikan, kini justru masih melambung kembali. 

Berdasarkan data PIHPS Kota Medan, harga cabai merah menyentuh Rp37.000 per kilogram. Cabai rawit pun mengalami kenaikan pada hari ini, dengan harga tertingginya di kisaran Rp35.000 per kilogram.


Selain cabai yang mengalami tren kenaikan, harga telur ayam juga naik yang cenderung tajam pada hari ini, Senin (23/5/2022).


"Harga telur ayam memang merangkak naik yang sebelumnya berada dikisaran Rp24.000 per kilogram dan kini menyentuh Rp26.000 per kilogram. Kenaikan harga telur ayam ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya cukup stabil," kata salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Halat Medan, Alex.


Pengamat  Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin yang melakukan penelusuran di lapangan, kenaikan harga telur ayam dipicu oleh kenaikan harga pakan ternak yang mendorong kenaikan biaya produksi.


Selain itu, banyaknya ayam afkir yang sudah tidak lagi berproduksi membuat produksi telur di tingkat peternak mengalami penurunan. Ayam yang sudah afkir tersebut pada umumnya akan dijual seperti halnya ayam potong.


"Untuk beberapa saat harga telur ayam akan bertahan mahal. Dalam jangka pendek sulit untuk turun. Tetapi yang menjadi fokus perhatian kita adalah adanya kenaikan input biaya produksi yang sifatnya permanen sehingga harga sejumlah kebutuhan akan protein membentuk harga keekonomian yang lebih mahal," ujar Gunawan.


Gunawan menuturkan, selain dua komoditas tersebut, ada bawang putih yang saat ini mengalami penurunan. Penurunan harga bawang putih berkisar 1000 hingga 3000 rupiah per kilogramnya. Bawang putih dijual dikisaran harga Rp23.000 per kilogram.  Sementara itu harga bawang merah masih bertahan mahal dikisaran angka Rp40.000 per kilogram.


"Saya melihat bulan Mei ini Sumut akan kembali mencetak inflasi. Terlebih karena harga cabai merah mengalami kenaikan yang sangat tajam, dan  kontribusi cabai merah dalam pembentukan inflasi juga besar. Bahkan, sejauh ini di Sumut, saya juga belum mendengar kabar operasi pasar minyak goreng," tuturnya.


Lebih lanjut, harga minyak goreng masih stabil mahal. Meskipun Presiden Jokowi sudah berjanji bahwa dalam 2 minggu kedepan harga minyak goreng curah bisa dijual dikisaran harga Rp14.000 per kilogram. Namun sejauh ini harga miyak goreng curah di medan berada di rentang Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Jadi, semua indikator menunjukan kalau Sumut berpeluang untuk mencetak inflasi lagi di bulan ini.


"Sejauh ini inflasi di Sumut berada dikisaran 0.17 persen hingga 0.22 persen dan diperkirakan akan berubah nantinya. Bisa saja lebih besar kalau harga cabai terus bergerak naik," ujarnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini