DPRD Medan Desak BBWS II Segera Realisasikan Normalisasi Sungai Deli

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 30 Mei 2022 - 12:45
kali dibaca
Ket Foto : Ketua Komisi IV DPRD Medan Haris Kelana Damanik ST.

Mediaapakabar.com
Ketua Komisi IV DPRD Medan Haris Kelana Damanik ST berharap pengorekan atau normalisasi sungai Deli segera terealisasi. Normalisasi sungai dinilai sangat mendesak guna meminimalisir bencana banjir dari luapan sungai terutama daerah hilir Belawan.

“Ini sudah triwulan II, warga menunggu janji BWSS (Badan Wilayah Sungai Sumatera) II yang difasilitasi Walikota Medan untuk pengorekan Sungai Deli,” ujar Haris Kelana Damanik, Minggu (29/5/2022).


Dikatakan Haris, kondisi Sungai Deli yang sudah dangkal berdampak cepat meluap membanjiri pemukiman warga.


“Kondisi sungai yang dangkal tidak mampu lagi menampung volume air yang bertambah bila musim hujan. Maka harus segera dilakukan normalisasi serta peninggian benteng sebelah sisi kanan-kiri sungai,” ucap Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan ini.


Desakan Haris untuk percepatan normalisasi sungai Deli cukup beralasan. Pasalnya, warga yang bermukim di hilir sungai Deli wilayah kawasan Medan Utara kerap kebanjiran akibat luapan sungai Deli bahkan banjir Rob (air pasang laut).


“Warga sangat berharap percepatan normalisasi mengingat musim hujan sudah mulai dekat. Lagi pula warga menunggu janji Walikota Medan akan percepatan normalisasi bersama BWSS II. Sehingga banjir besar pada Februari lalu tidak terulang lagi,” pungkasnya.


Seperti halnya yang dikeluhkan Helmizar (55) warga Jalan Yos Sudarso Km 15,5 Lingk II Kampung Besar, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Ia mengaku, setiap hujan turun warga terus was was ketakutan terjadi banjir karena sungai Deli meluap.


“Sungai Deli itu sudah dangkal tidak dapat menampung debit air banyak. Maka sebentar saja hujan turun terus meluap membanjiri pemukiman warga,” ucapnya.


Oleh sebab itu, Helmizar pun berharap agar normalisasi sungai cepat terealisasi, sehingga banjir besar seperti bulan Februari kemarin lalu tidak terulang lagi.


“Banjir paling parah Februari lalu. Selanjutnya hanya meluap sedikit. Kita harapkan 10 km menuju hilir laut Pantai Belawan turut dinormalisasi,” pintanya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini