Butuh Penyelamatan dan Evakuasi, Warga Medan dapat Hubungi Layanan Hotline Dinas P2K ke Nomor Ini

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 19 Mei 2022 - 19:57
kali dibaca
Ket Foto : Kepala Dinas P2K Albon Sidauruk ketika ditemui di kantornya, Kamis (19/5/2021) mengungkapkan bahwa selain mencegah dan memadamkan kebakaran pihaknya juga telah banyak melakukan penyelamatan dan evakuasi yang diminta langsung oleh masyarakat. 

Mediaapakabar.com
Sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada masyarakat Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan saat ini disamping bertugas mencegah dan memadamkan api juga memiliki tugas penyelamatan dan evakuasi. 

Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Medan Bobby Nasution bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah harus dapat meningkatkan pelayanan publik sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan.


Terkhusus untuk Dinas P2K, Bobby Nasution meminta agar jajarannya dapat berupaya semaksimal mungkin bagaimana mengurangi atau meminimalisir kerugian yang terjadi di tengah masyarakat baik itu karena kebakaran maupun peristiwa yang dapat membahayakan.


Kepala Dinas P2K Albon Sidauruk ketika ditemui di kantornya, Kamis (19/5/2021) mengungkapkan bahwa selain mencegah dan memadamkan kebakaran pihaknya juga telah banyak melakukan penyelamatan dan evakuasi yang diminta langsung oleh masyarakat. Menurut Albon, penyelamatan terdiri dari dua jenis yakni penyelamatan dalam kebakaran dan penyelamatan non kebakaran.


"Penyelamatan non kebakaran dapat diartikan ancaman terhadap jiwa manusia seperti bangunan runtuh maupun penyelamatan nyawa manusia dari ancaman hewan liar dan buas serta berbisa. Selain itu ada juga penyelamatan terhadap binatang peliharaannya seperti kucing maupun anjing yang keadaannya terancam bahaya, dimana masyarakat tidak mampu menolong binatang tersebut masyarakat akan meminta tolong ke kita," kata Kadis P2K.


Guna memaksimalkan upaya penyelamatan dan evakuasi, Albon Sidauruk menjelaskan bahwa di tahun ini pihaknya sudah menyiapkan pengadaan satu unit mobil Rescue yang telah dilengkapi peralatan penyelamatan. Artinya di dalam mobil tersebut akan ada peralatan untuk menangkap ular berbisa, menangkap biawak dan musang serta evakuasi sarang tawon.


Albon menambahkan dalam penyelamatan dan evakuasi dinas P2K juga telah memiliki personil yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing baik itu menangkap hewan liar maupun ahli penyelamatan dalam melepaskan cincin yang ada di jari. 


Peristiwa pelepasan cincin ini sering terjadi belakangan ini dikarenakan banyak masyarakat yang menggunakan cincin dengan waktu yang cukup lama dan tidak dilepas. Seiring waktu berjalan cincin tersebut tidak dapat dilepas, sehingga mereka menginformasikan kepada kami untuk melakukan bantuan penyelamatan.


"Hampir setiap bulannya ada masyarakat yang menghubungi kami dan meminta tolong kepada kami untuk melepaskan cincin di jarinya yang sulit terlepas. Untuk personil penyelamatan, seluruhnya belajar dan ahli secara otodidak, dimana keberanian diri dalam memadamkan api berguna juga untuk penyelamatan," jelas Kadis P2K.


Albon juga menjelaskan bahwa saat ini semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa tugas P2K tidak hanya mencegah dan memadamkan api, namun penyelamatan. Oleh karenanya pihak kami terus melakukan pembelajaran terkait dengan penyelamatan. Sebab sebagai pelayan masyarakat di bidangnya kami harus dapat semaksimal mungkin untuk membantunya.


"Apapun keluhan masyarakat terkait dengan perlindungan jiwa manusia maupun penyelamatan lainnya kita harus terjun. Kita pun telah menjalin kolaborasi dengan lintas sektoral baik itu Basarnas dan BPBD maupun instansi terkait lainnya sehingga jika ada laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan lintas sektoral tersebut maka akan dapat segera ditangani," ujar Albon Sidauruk.


Albon mengungkapkan, di tahun 2022 ini, Dinas P2K setiap bulannya pasti ada melakukan penyelamatan. Seperti di bulan Januari terdapat 9 jenis penyelamatan yang dilakukan. Sementara itu di bulan Februari dan Maret terdapat tujuh penyelamatan. Paling banyak dilakukan penyelamatan di bulan April dimana 17 penyelamatan dilakukan dimana melepaskan cincin paling dominan.


"Setiap harinya masuk laporan masyarakat ke kita untuk melakukan penyelamatan. Di bulan Mei ini saja per hari ini sudah 11 laporan yang masuk dan langsung dilakukan penyelamatan, dimana evakuasi hewan buas dan liar yang dominan dalam penyelamatan tersebut," jelas Albon.


Selanjutnya Kadis P2K juga menghimbau kepada masyarakat kota Medan agar tidak ragu untuk menghubungi pihaknya jika membutuhkan bantuan dan pertolongan baik itu terkait dengan kebakaran maupun penyelamatan serta pertolongan lainnya. Masyarakat dapat menghubungi layanan hotline dinas P2K di nomor WhatsApp 08116566113 dan nomor telepon 061-4515356 serta dapat dilakukan dengan DM ke Instagram @Disdamkar Medan.


"Kami siap membantu dan menolong segala bentuk laporan masyarakat terkait dengan masyarakat. Silahkan hubungi dan laporkan kepada kami melalui layanan yang telah disediakan," ujarnya.


Sementara itu, salah satu personil yang melakukan penyelamatan,Pantas Simamora mengungkapkan awal dirinya melakukan aksi penyelamatan adalah ketika menyelamatkan kucing yang berada di atas genteng rumah warga. Kucing tersebut sudah tiga hari berada di genteng rumah tersebut. pemilik rumah juga sudah berupaya mengevakuasinya namun belum berhasil. Oleh karenanya pemilik rumah memanggil kami.


"Penyelamatan yang paling tertantang bagi saya dilihat dari resikonya, dimana penyelamatan atau evakuasi ular berbisa di kamar mandi rumah warga. Bahkan kami pernah mengevakuasi ular dengan panjang mencapai 2,5 meter. Setelah berhasil melaksanakan tugas kami merasa senang dan puas karena dapat membantu dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Artinya ini merupakan kebanggaan bagi kami," Sebutnya.


Disisi lain ada hal yang menarik diungkapkan Donny, salah satu personil P2K yang kerap melakukan penyelamatan yakni melepas cincin. Dimana ketika melakukan pelepasan cincin terhadap anak kecil, karena harus membujuknya agar mau dilepas cincin yang nyangkut di jarinya.


"Saya sudah beberapa kali membantu masyarakat untuk melepaskan cincin yang nyangkut di jarinya. Selama ini tidak ada kendala, namun sedikit diperlukan kesabaran dan rasa ceria ketika melepaskan cincin di jari anak kecil. Karena ketika melihat kita mereka sudah takut, namun dengan keikhlasan dan kehati-hatian cincin tersebut dapat dilepas. Tentunya hal tersebut menjadi kebanggaan buat kami," jelasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini