BKAG Nasional Dipimpin Pdt DR Asaf Marpaung Kecam Hendri Tan Soal Bertemu Arwah Pdt Pariadji

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:07
kali dibaca
Ket Foto : Ketua Umum DPP BKAG Nasional, Pdt DR Asaf Marpaung dan Kepala Lembaga Konsultan Hukum DPP BKAG Nasional, Tribrata Hutauruk, SH MH memberikan keterangan kepada awak media, di Medan, Jumat (13/05/2022).

Mediaapakabar.com
Seorang mengaku sebagai Pendeta (Pdt) Hendri Tan menyampaikan kesaksiannya di video Youtube bertemu dengan arwah Pdt Pariadji. Tidak diketahui Pdt Pariadji yang dimaksud Hendri Tan, apakah Pdt Yesaya Pariadji yaitu Pendiri Gereja Tiberias Indonesia (GTI) yang meninggal dunia pada 5 Mei 2022 lalu.

 

Pernyataan Hendri Tan, mulai membuat kalangan rohaniawan gereja merasa tercemar dan ternoda karena pengakuannya tersebut dinilai tidak sesuai atau menyimpang dari pengajaran Tuhan Yesus Kristus.   


Dalam video berjudul “Bertemu Arwah Pariaji Mengerikan” berdurasi sekitar 7 menit tersebut, Hendri Tan menyampaikan di pagi hari sekitar pukul 03.00 arwah Pdt Pariadji datang kepada dirinya meminta tolong agar dilepaskan dari siksaan dan penderitaan. 


Tak sampai disitu saja, Hendri Tan bahkan menyebut banyak pendeta besar yang sudah meninggal juga ada di tempat tersebut dan mengalami penderitaan yang sama dengan Pdt Pariadji. Dalam video itu Hendri Tan tidak bisa memastikan pertemuan dirinya dengan arwah Pdt Pariadji apakah di dalam mimpi atau roh. 


Apa yang dikatakan Pdt Hendri Tan tersebut membuat sejumlah rohaniawan gereja mengecam Hendri Tan karena dituding melakukan pembohongan public dan penyesetan serta mencemarkan harkat dan martabat hamba-hamba Tuhan se Indonesia.  


Kecaman itu datang dari rohaniawan gereja yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Badan Kerjamsama Antar Generasi (DPP BKAG) Nasional. 


“Apa yang disampaikan dalam video itu sudah menyesatkan. Tuhan Yesus mengatakan tidak ada lagi hubungan antara orang hidup dengan orang mati (Lukas 16:19-26) dan Abraham juga mengatakan ada jurang pemisah yang tidak bisa diseberangi antara orang hidup dan orang mati,” ungkap Ketua Umum DPP BKAG Nasional, Pdt DR Asaf Marpaung kepada media di Medan, Jumat (13/05/2022).


Menurut Pdt DR Asaf Marpaung, apa yang disampaikan Hendri Tan tersebut sudah menghakimi karena sudah  menganggap dirinya sebagai Tuhan karena yang tahu Pdt Parniaji dan pendeta-pendeta lainnya yang sudah meninggal di surga atau di neraka hanya Tuhan. Pada hal dalam Matius 7:1-2, ditegaskan Tuhan Yesus mengajarkan agar jangan menghakimi supaya tidak dihakimi.   


Asaf Marpaung mecontohkan, kisah ahli taurat dan imam-imam yang mendatangi Tuhan Yesus meminta hukuman dijatuhkan kepada seorang perempuan yang tertangkap berzinah (Yohanes 8-2-11).  Namun, ketika Yesus meminta agar siapa yang tidak berdosa hendaklah melemparkan batu pertama kali kepada wanita tersebut, namun tidak satu pun diantara mereka berani melakukannya.


Pendiri dan Pemimpin Gereja Indonesia Kegerakan (Indonesia Revival Church) itu juga menyayangkan pernyataan Hendri Tan bahwa banyak pendeta-pendeta besar  yang dilihatnya telah meninggal masuk neraka karena mengakui Bapa dan Roh Kudus. 


“Hendri Tan harus belajar lagi tentang Tritunggal yaitu Bapa itu pribadi, Roh Kudus itu pribadi, anak itu yang disebut Yesus itu pribadi. Ketiga pribadi ini saling keterhubungan dan tidak boleh satu pribadi itu diabaikan,” ungkapnya.


Apa yang dikatakan Yesus di dalam  Yohanes 14:1-2, terangnya, bahwa di rumah Bapa banyak tempat tinggal dan Yesus sebagai penghubung ke Sorga.    


Sementara Kepala Lembaga Konsultan Hukum DPP BKAG Nasional, Tribrata Hutauruk, SH MH mengatakan, apa yang dikatakan Hendri Tan tersebut harus ditolak dan tidak diperbolehkan sebagai pedoman dan harus bertanggungjawab di hadapan hukum karena tidak bisa dibuktikan dan dibenarkan karena dengan keadaan itu membuat nama baik keluarga dan jemaat Pdt Pariadji serta hamba-hamba Tuhan lainnya tercemar sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nono 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi elektronik. 


Selain itu yang bersangkutan dapat diajukan gugatan karena perbuatan melawan hukum  dan juga bisa diajukan gugatan class action oleh para jemaat Pdt Pariadji atau umat Kristen untuk mengetahui dan  menguji kebenaran yang dikatakan Pdt Hendri Tan. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini